Pasokan Bawang Merah dan Cabai Meningkat, BI: Picu Deflasi di DIY

Menurut Budiharto, deflasi itu terjadi setelah 10 bulan berturut-turut DIY mengalami inflasi.

Eleonora PEW
Jum'at, 02 September 2022 | 09:35 WIB
Pasokan Bawang Merah dan Cabai Meningkat, BI: Picu Deflasi di DIY
Ilustrasi bawang merah. (Dok: Kementan)

SuaraJogja.id - Peningkatan pasokan komoditas bawang merah dan cabai merah rupanya memicu terjadinya deflasi di DIY pada Agustus 2022 sebesar 0,12 persen (mtm), seperti diungkapkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Deflasi terjadi terutama akibat dari meningkatnya pasokan hortikultura khususnya bawang merah dan cabai merah seiring terjadinya musim panen di bulan Agustus," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Budiharto Setyawan melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Budiharto, deflasi itu terjadi setelah 10 bulan berturut-turut DIY mengalami inflasi, di mana pada Juli 2022 inflasi tercatat 0,47 persen (mtm).

Selain harga komoditas cabai dan bawang merah yang menurun, deflasi di DIY juga didorong penurunan harga komoditas pangan lainnya seperti daging ayam ras dan minyak goreng.

Baca Juga:Kaltim Alami Deflasi, Dipicu Karena Penurunan Harga Kelompok Transportasi

Dengan perkembangan itu, menurut dia, secara tahunan, Inflasi DIY 2022 berada pada level 5,52 persen (yoy) dan secara akumulatif Januari-Juli sebesar 4,24 persen (ytd).

Budiharto melanjutkan, kelompok volatile foods pada Agustus 2022 tercatat mengalami deflasi -2,76 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi pada Juli 2022 yang tercatat 1,78 persen (mtm).

Sementara itu, inflasi inti Agustus 2022 tercatat stabil 0,22 persen (mtm) karena kenaikan tarif pendidikan pada masa tahun ajaran baru.

Meski demikian, menurut dia, secara tahunan inflasi inti Agustus 2022 mengalami peningkatan dari 3,21 persen (yoy) pada Juli menjadi 3,34 persen (yoy).

Budiharto juga menyebutkan tekanan inflasi pada kelompok administered prices juga cukup tinggi yang tercatat 0,77 persen (mtm) pada Agustus 2022.

Baca Juga:Wow, Pertumbuhan Kripto di Indonesia Alami Tren Positif

"Tekanan inflasi berasal dari kenaikan tarif angkutan udara dan biaya pendidikan. Untuk tarif angkutan udara, berbeda dari siklusnya, pada awal triwulan III angkutan udara mengalami inflasi," kata dia.

Inflasi angkutan udara selain sebagai dampak dari peningkatan komponen biaya fuel surcharge cost, menurut dia, juga disebabkan tingginya permintaan angkutan udara seiring dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Pelaksanaan pembelajaran tatap muka mendorong kembalinya mahasiswa dari luar Yoyagyakarta dan maraknya event MICE di DIY selama bulan Agustus serta event lainnya seperti Konser Dewa-19, AFF-U16, Jogja Mandiri Marathon, dan lainnya," ujar Budiharto. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak