Ada Skema Baru Seleksi Masuk PTN, Ini Tanggapan Rektor UGM

skema baru ini diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang berkualitas, kompetitif, dan sistem seleksi yang adil.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 09 September 2022 | 19:36 WIB
Ada Skema Baru Seleksi Masuk PTN, Ini Tanggapan Rektor UGM
rektor UGM Ova Emilia

SuaraJogja.id - Kemendikbudristek melakukan transformasi seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Diketahui terdapat tiga jalur masuk PTN terbaru yang akan diterapkan di tahun depan 2023. 

Penerapan jalur masuk PTN baru tersebut menjadi tindak lanjut dari perumusan dan transformasi untuk pendidikan dasar dan menengah. Diharapkan skema baru ini mampu menghasilkan mahasiswa yang berkualitas, kompetitif, dan sistem seleksi yang adil.

Terkait hal tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) menanggapi positif skema baru yang dibuat Kemendikbudristek tersebut. Termasuk calon mahasiswa yang diberi keleluasaan untuk memilih jurusan selama memang memenuhi syarat.

"Saya kira itu bagus. Jadi ini saya kira sangat menarik nanti. Dinamika yang akan ada ke depannya tapi saya yakin ini untuk lebih bagus kok," kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia saat dihubungi awak media, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga:Launching Pojok Bulaksumur Lewat Angkringan Santai, UGM Pererat Jalinan Kerjasama dengan Wartawan

Ova menyebut bahwa suatu kebijakan yang dikeluarkan tidak terlepas dari berbagai kajian di belakangnya. Kajian mengenai aturan sebelumnya dan untuk perbaikan di masa mendatang.

Ia melihat bahwa selama ini strata sarjana sebagai ahli dasar masih bersifat sangat generik. Dalam artian mereka masih terlalu superfisial di bidangnya.

"Saya memberi contoh gampangnya, dokter ada yang di puskesmas, iya dia praktik tapi dia juga manajemen. Terus ada dokter yang menjadi ahli misalnya dalam keuangan health ekonomi. Nah itukan berarti dia bukan hanya belajar tentang dokternya saja tapi dia juga berhadapan dengan ilmu lain," tuturnya.

Menurutnya kebijakan yang dikeluarkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim atau yang akrab disapa Mas Menteri itu terlihat tak ingin pendidikan dasar, menengah itu terkotak-kotak dalam tempat yang terlalu rigid. Melainkan dimungkinkan untuk orang dapat belajar hal yang lain.

Hal itu bisa dilihat dari kebijakan Merdeka Belajar yang membuka ruang baru setiap orang untuk mengeksplorasi kemampuannya. 

Baca Juga:Banyak Koruptor Bebas Cepat, Pukat UGM: Hilang Sudah Efek Jera Pemberantasan Korupsi di Indonesia

"Sebetulnya sama, dosennya pun harus melihat lintas. Jadi tidak hanya silo di tempatnya sendiri. Supaya lebih sensitif dan lebih aplikable di lapangan dalam menjawab tantangan-tantangan problem di lapangan," terangnya. 

Ova menilai bahwa dalam kebijakan tidak ada yang sifatnya hanya hitam dan putih. Hal ini berkaitan pula dengan penilaian suatu keberhasilan seorang anak tidak melulu dikaitkan dengan skor akademik semata.

"Makanya yang diambil adalah tes skolastik ya bukan matematika berapa, karena itu sangat relatif. Dan saya malah justru bagus banget bahwa dia nanti akan banyak pertanyaannya, adalah pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya kognitif kalau misalnya dia tesnya begitu. Jadi pertanyaan logika, pertanyaan yang orang itu harus berpikir. Jadi bukan hanya menghapalkan rumus," tandasnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak