Tribute to Timbul Raharjo, ISI Pamerkan Seni Kriya Kuda Kontroversial

Salah satu karya almarhum Timbul Raharjo adalah patung kuda egrang yang ada di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 14 November 2023 | 08:11 WIB
Tribute to Timbul Raharjo, ISI Pamerkan Seni Kriya Kuda Kontroversial
Tiga karya seni kriya almarhum Timbul Raharjo yang dipamerkan di ICD #4 di ISI Yogyakarta, Senin (13/11/2023). [Kontributor Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Meninggalnya Timbul Raharjo, Rektor ISI Yogyakarta pada 5 September 2023 lalu nampaknya merupakan kehilangan yang luar biasa bagi kampus itu. Almarhum membawa perubahan positif, tidak hanya bagi lingkungan kampus, namun juga dunia seni kriya di Indonesia.

Bagaimana tidak, Timbul dikenal sebagai seniman yang mampu membawa keluar seni kriya dari ranah domestik ke ruang publik. Karya-karya kriya buatannya seperti Kuda Egrang kontroversial dan fenomenal menjadi karya seni yang dipamerkan di berbagai ruang publik dan diminati masyarkat dunia.

Karenanya untuk menghormati sosok pelopor yang kontroversi itu, Jurusan Kriya ISI Yogyakarta menggelar International Craft Day (ICD) #4 Tribute to Timbul Raharjo, pada 15-16 November 2023.

Pameran menampilkan tiga karya kontroversial Timbul dan 183 karya lain dari para kriyawan yang tergabung dalam Asosiasi Kriyawan Indonesia (Askrina), dosen, mahasiswa dan alumni ISI Yogyakarta.

Baca Juga:Wafat di Usia 54 Tahun, Separuh Hidup Timbul Raharjo hanya untuk ISI Yogyakarta

"Berkat Timbul Raharjo yang membawa kriya dari awalnya domesti jadi karya seni di ruang publik, kini seni kriya banyak sekali dikenal masyarakat. ICD kali ini jadi bentuk ungkapan penghargaan kami pada Pak Timbul," papar Ketua Jurusan Kriya ISI Yogyakarta, Alvi Lufiani dikutip Selasa (14/11/2023).

Dicontohkan Alvi, karya kriya kuda milik Timbul yang dipamerkan di Stasiun Tugu Yogyakarta pernah jadi nyinyiran kurator seni karena dianggap tidak artistik berada di ruang publik dengan menyebutnya Kuda Egrang karena patung tersebut tidak ditancapkan, melainkan diberi tambahan logam untuk menyangga patung saat dipamerkan.

Namun justru kritikan tersebut yang membuat seni kriya Timbul semakin dikenal. Alih-alih menolak kritik, dia justru menyematkan nama Kuda Egrang di media sosial (medsos) Timbul.

"Karena banyak diperbincangkan, maka karya-karya kuda milik Pak Timbul malah banyak dibeli orang, termasuk dari luar negeri yang harganya bisa sampai ratusan juta," jelasnya.

Alvi berharap melalui ICD kali ini, karya seni kriya semakin banyak dikenal masyarakat seperti halnya karya Timbul Raharjo yang dihargai ratusan juta untuk tiap karyanya.

Baca Juga:Mengenang Timbul Raharjo, Rektor ISI Yogyakarta yang Selalu Menggelorakan Entepreneurship

Karya seni kriya pun tidak hanya menjadi hiasan depan rumah namun jadi mahakarya yang dipamerkan di ruang-ruang publik.

"Selain pameran, sejumlah acara lain digelar seperti fashion show, peluncuran buku kenangan Timbul Raharjo dan sharing session yang menghadirkan seniman dari sejumlah negara," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak