16 Warga Gunungkidul Terjangkit Leptospirosis, Petani Diminta Waspada

Saat ini Dinkes Gunungkidul berusaha untuk menurunkan kasus leptospirosis.

Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 15 Agustus 2024 | 13:02 WIB
16 Warga Gunungkidul Terjangkit Leptospirosis, Petani Diminta Waspada
Ilustrasi tikus penyebar infeksi Leptospirosis (Pexels)

Dia mengklaim di tahun 2024 ini memang belum ada kematian akibat leptospirosis. Belum adanya kematian tersebut maka dia mengklaim deteksi dini dan tatalaksana setiap kasus leptospirosis sudah cukup baik. Sehingga penderita leptospirosis segera bisa tertangani tanpa menunggu kondisi memburuk.

Saat ini Dinkes Gunungkidul berusaha untuk menurunkan kasus leptospirosis. Sejumlah upaya dilakukan di antaranya dengan meningkatkan peran satgas onehealth (OH)kapanewon dalam edukasi, informasi termasuk deteksi dini.

"Kami juga membentuk faskes survailance sentinel leptospirosis, difasilitasi pemeriksaan sample untuk suspek kasus," tambahnya.

Pihaknya juga menyiapkan dan mendistribusikan reagen rapid test pemeriksaan leptospira agar dengan cepat bisa diperoleh, sehingga tatalaksana kasus tidak terlambat. Dinkes juga bekerjasama dengan BTKLPP untuk survei vektor leptospirosis pada daerah endemis kasus.

Baca Juga:Pulang dari IKN, Sunaryanta Beri Respon Tak Terduga Soal Surat Rekomendasi PAN yang Baru Saja Turun

Pihaknya sudah membentuk satgas OH tingkat kabupaten hingga kapanewon. Warga yang terjangkit virus tersebut bisa secara mandiri melaporkan dan melakukan asesmen untuk segera mendapat penanganan.

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak