PKH 'Naik Kelas': 1000 Keluarga di Jogja Tinggalkan Bansos, Ini Strategi Pemerintah

Gus Ipul berpesan agar seluruh peserta yang telah digraduasi ini terus bangkit dan tidak kembali turun kelas.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 17 Juli 2025 | 16:27 WIB
PKH 'Naik Kelas': 1000 Keluarga di Jogja Tinggalkan Bansos, Ini Strategi Pemerintah
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mengikuti Graduasi 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (17/7/2025). [Hiskia/Suarajogja]

SuaraJogja.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menggraduasi 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (17/7/2025).

Seribu peserta itu berasal dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

"Mereka telah bisa melewati masa-masa yang bisa dikatakan menuju keluarga yang lebih berdaya. Selama ini mereka ada di program PKH atau Bansos Sembako, lalu dengan adanya bantuan usaha, mereka bisa lebih mandiri," kata Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ditemui wartawan, Kamis siang.

Gus Ipul mengatakan seribu peserta yang telah digraduasi itu siap untuk tidak menerima bantuan sosial (bansos). Namun mereka sudah berada di program pemberdayaan.

Baca Juga:Terjadi Ketimpangan Fasilitas Desa dan Kota soal PET Scan, Nyawa Pasien Kanker di Ujung Tanduk

"Kita ingin memotivasi mereka untuk bisa lebih semangat, agar mereka menjadi inspirasi bagi yang lain," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul berpesan agar seluruh peserta yang telah digraduasi ini terus bangkit dan tidak kembali turun kelas.

Program ini dimaknai sebagai kesempatan untuk para peserta naik kelas dan semakin berdaya.

"Ini graduasi naik kelas dari penerima bansos menjadi ikut program pemberdayaan pemerintah. Pemberdayaan itu seperti apa? Ya penguatan lah. Mereka dikuatkan keterampilannya, kemudian aksesnya, dan juga yang ini asetnya," tuturnya.

"Jadi aset, akses, sama kemampuannya yang ditingkatkan lewat program pemberdayaan. Jadi ini yang membuat kami harus terus menjaga mereka supaya tidak turun kelas," imbuhnya.

Baca Juga:Sekolah Rakyat Dimulai! Anies Beri Pesan Menohok: Program Baik untuk Rakyat Ya Dijalankan Tuntas

Para KPM PKH yang telah graduasi bisa mendapatkan program pemberdayaan dari kementerian UMKM dan koperasi.

Termasuk dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

"Kita akan kawal, dan tadi sudah didengarkan sendiri kan bagaimana kisah-kisah mereka, unntuk bisa berjuang agar menjadi keluarga yang lebih mendiri," tegasnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa jika semua pihak bekerja sama, maka banyak hal yang bisa dikerjakan.

Hasilnya pun dipercaya bakal lebih besar dan bisa menyasar mereka yang belum tersentuh program pembangunan.

Sementara itu, salah satu KPM PKH yang telah digraduasi, Ratmi (56) warga Dlingo, Bantul, merasa sudah cukup menerima bansos dari pemerintah. Sehingga dia berinisiatif untuk mengajukan graduasi mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak