Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air

Mengupas sejarah 1 abad Ahmadiyah di Nusantara. Temukan fakta hoaks haji di Parung hingga prinsip damai tanpa kekerasan lewat bedah buku di UKDW Yogyakarta.

Nur Khotimah | Gagah Radhitya Widiaseno
Rabu, 06 Mei 2026 | 11:49 WIB
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
Bedah Buku "Muslim Ahmadiyah dan Indonesia" di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air (Suara.com/Gagah Radhitya)
Baca 10 detik
  • Ahmadiyah peringati usia 100 tahun di Indonesia lewat buku kesaksian tokoh lintas agama. 
  • Tuduhan kitab suci baru dan ritual haji di Parung dibantah tegas menggunakan logika. 
  • Jemaat membuktikan kesetiaan pada NKRI dengan prinsip damai tanpa membalas persekusi yang dialami. 

SuaraJogja.id - Menandai genap satu abad kehadiran dan kontribusinya di Nusantara, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia menyelenggarakan pergelaran talkshow dan roadshow bedah buku pada hari ini, Rabu, 6 Mei 2026.

Bertempat di Auditorium Koinonia, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, acara ini mengusung tema besar "Seratus Tahun Bersama: Menenun Resiliensi, Meneguhkan Identitas Bangsa dan Solidaritas Kemanusiaan".

Acara ini secara khusus membedah buku bertajuk Muslim Ahmadiyah dan Indonesia: 100 Tahun Keberagamaan & Kemanusiaan.

Buku istimewa ini merangkum refleksi persahabatan dan kerja kemanusiaan yang ditulis oleh 100 tokoh Indonesia non-Ahmadiyah berdasarkan fakta dan interaksi langsung mereka bersama Jemaat.

Baca Juga:Peringatan Dini BMKG: Akhir Pekan di Jogja Berpotensi Hujan Badai Petir dan Angin Kencang

Hadirkan Tokoh Lintas Iman dan Akademisi

Untuk mengupas tuntas dinamika sejarah, moderasi beragama, hingga menjawab berbagai stigma yang kerap dialamatkan kepada komunitas Ahmadiyah, acara ini menghadirkan jajaran narasumber yang kredibel.

Diskusi dipandu oleh Anna Amalia sebagai moderator, dengan menghadirkan:

  • Zaki Firdaus Syahid, S.T., M.T. (Amir Nasional JAI) – Keynote Speaker
  • Prof. Alimatul Qibtiyah, Ph.D. (Profesor Kajian Gender UIN Sunan Kalijaga & Associate Director Indonesian Consortium for Religious Studies)
  • Dr. Zainal Abidin Bagir (Dosen Program Doktor Inter-religious Studies Universitas Gadjah Mada)
  • Pdt. Yunarso Rusandono, MAPS. (Mahasiswa Program Doktor of Theology UKDW & Pendamping Kelompok Tunggal Rasa)

Melalui pemaparan para panelis, publik diajak untuk melihat rekam jejak Ahmadiyah sejak tiba di Tapaktuan pada 1925, komitmen mereka terhadap keutuhan NKRI, hingga konsistensi memegang teguh semboyan "Love for All, Hatred for None" (Cinta untuk semua, kebencian tidak untuk siapa pun) di tengah pusaran persekusi dan kesalahpahaman.

Fakta Usia dan Hubungan Erat dengan Gus Dur

Baca Juga:Wajib Coba! 7 Kuliner Legendaris Jogja Paling Dicari Wisatawan, Lengkap Pagi hingga Malam

Banyak masyarakat yang belum menyadari kapan tepatnya komunitas ini masuk ke Nusantara. Mereka resmi menjejakkan kaki di Indonesia pada tanggal 21 Desember 1925.

"Jadi, Jemaat Muslim Ahmadiyah di Indonesia ini 13 tahun lebih muda dari Muhammadiyah, dan lebih tua sekitar 1 bulan dari Nahdlatul Ulama (NU)," ujar Zaki Firdaus Syahid, S.T., M.T selaku Amir Nasional JAI.

Bedah Buku "Muslim Ahmadiyah dan Indonesia" di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air (Suara.com/Gagah Radhitya)
Bedah Buku "Muslim Ahmadiyah dan Indonesia" di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air (Suara.com/Gagah Radhitya)

Perjalanan mereka sebenarnya sangat kondusif selama 80 tahun pertama keberadaannya. Pada tahun 2000, pemimpin spiritual dunia mereka bahkan diterima secara resmi di Istana Negara oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid.

Kesaksian 100 Tokoh Lintas Iman

Buku berjudul Muslim Ahmadiyah dan Indonesia ini menjadi bukti kuat persahabatan lintas batas. Para pakar akademis dan tokoh lintas agama turut membedah isinya secara objektif.

"Buku yang bertajuk 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' yang diterbitkan dalam dua jilid ini mengisahkan suatu refleksi dari persahabatan, pertemanan, dan juga pengalaman kebersamaan dengan orang-orang Muslim Ahmadiyah," beber Zaki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak