- Danantara membangun Proyek Pengolahan Sampah di Piyungan dengan investasi triliunan rupiah yang beroperasi akhir 2028.
- Fasilitas tersebut mengolah pasokan sampah harian menjadi listrik berkapasitas belasan megawatt yang dijual kepada PLN.
- Proyek ramah lingkungan ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta memberikan tambahan pendapatan bagi daerah.
Sementara itu, abu hasil pembakaran akan dipisahkan menjadi abu atas dan abu bawah untuk kemudian diolah. Fadli menyebut pengolahan abu ditargetkan memenuhi standar lingkungan yang tinggi, bahkan mengacu pada standar Eropa.
"Proses penyaringan juga dilakukan terhadap emisi yang keluar dari fasilitas. Air hasil pengolahan akan diproses kembali sehingga dapat digunakan sebagai air bersih," ungkapnya.
Selain mengurangi beban sampah, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat konstruksi berlangsung, diperkirakan 800 hingga 1.000 tenaga kerja akan terserap dan tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas.
"Daerah juga berpeluang memperoleh tambahan pendapatan melalui pajak, aktivitas ekonomi serta pemanfaatan produk samping seperti abu bawah yang dapat dikerjasamakan dengan pelaku usaha lokal," jelasnya.
Baca Juga:Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop
Sementara itu Sultan menyatakan sampah yang diolah sebagai PSEL berasal dari kabupaten dan kota. Saat ini komitmen pasokan sampah berasal dari Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta.
"Kalau Gunungkidul dan Kulon Progo masih bisa menanggulang [sampah] sendiri," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi