- Tahun ini JFW menghadirkan 15 sesi fashion show, termasuk sesi khusus untuk siswa SMK, mahasiswa, desainer anak, serta asosiasi APPMI dan UFC.
- Jogja Fashion Designer Competition kembali digelar dengan 20 finalis, menjadi wadah bagi desainer muda untuk menunjukkan kreativitas dan menarik perhatian industri.
- Pemerintah DIY bersama pelaku usaha, asosiasi, dan komunitas kreatif berkolaborasi membangun ekosistem fesyen yang kuat, sekaligus mendorong regenerasi desainer muda agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
SuaraJogja.id - Ajang fesyen terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jogja Fashion Week (JFW) 2026, resmi digelar pada 13–16 Agustus di Jogja Expo Center (JEC).
Memasuki tahun ke-21, event ini menghadirkan 15 sesi fashion show, pameran produk, seminar, kompetisi desainer, hingga Creative Corner yang melibatkan industri, komunitas, dan dunia pendidikan.
Project Manager JFW 2026 dari Moremedia Indonesia Event Organizer, Aulia Sunhandhyka, menegaskan bahwa persiapan telah dilakukan sejak 2024.
“Alhamdulillah, rencana Jogja Fashion Week akan dilaksanakan mulai besok pagi. Insya Allah persiapan sudah berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya dalam konferensi pers di JEC, Rabu (12/8).
Baca Juga:DIY Mulai Kering Kerontang, Bantuan Pusat Menunggu Status Darurat
Tahun ini, JFW menambah sesi fashion show khusus untuk siswa SMK, mahasiswa, desainer anak, serta asosiasi APPMI dan UFC.
“Ini baru pertama kali ada di Jogja Fashion Week sesi khusus asosiasi APPMI dan sesi khusus UFC. Di situ akan tampil tokoh-tokoh fashion designer dari DIY,” kata Aulia.
Selain fashion show, Jogja Fashion Designer Competition kembali digelar dengan 20 finalis yang siap memperebutkan gelar terbaik.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi desainer muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menarik perhatian pelaku industri fesyen.
Di sektor pameran, partisipasi meningkat dengan 82 tenant yang menampilkan produk fesyen, sportwear, fabric, hingga craft. Aulia menyebut klaster sportwear dan casual mengalami pertumbuhan signifikan.
Baca Juga:Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
“Kalau tahun lalu kami masih mengalami kesulitan partisipasi di sportwear dan casual, tahun ini cukup bertambah banyak. Supplier jersey dan produk sportwear juga semakin banyak yang ikut,” jelas Aulia.
JFW 2026 juga menghadirkan Creative Corner, ruang interaksi bagi desainer, mahasiswa, komunitas kreatif, dan pengunjung umum. Aulia berharap event ini terus berkembang.
“Kami mencoba hal-hal baru terkait kemasan Jogja Fashion Week dengan harapan Jogja Fashion Week dapat menjadi tren fashion dari Jogja untuk Indonesia,” lanjutnya lagi.
Dari sisi pemerintah, Kepala Seksi Fasilitasi Ekspor Impor Disperindag DIY, Theresia Sumartini, menegaskan pentingnya membangun ekosistem fesyen yang kuat.
“Ekosistem itu ada bermacam-macam. Kami dari pemerintah menggandeng pelaku usaha, asosiasi, perguruan tinggi, SMK, hingga media. Harapan kami, sinergi ini akan menguatkan ekosistem fashion yang nantinya menumbuhkembangkan ekonomi,” ujar Theresia.
Theresia juga menekankan regenerasi desainer muda dalam perhelatan fesyen terbesar di Jogja ini.