Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026 hadirkan aksi pemberdayaan UMKM penyandang disabilitas, beasiswa mahasiswa dari pengelolaan botol plastik bekas, dan kampanye peduli lingkungan.

Husna Rahmayunita | Rosiana Chozanah
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa
Penyerahan donasi ke UMKM disabilitas (ist)
Baca 10 detik
  • Unisa Festival 2026 menyalurkan dana Rp20 juta untuk membantu UMKM penyandang disabilitas dan melibatkan 20 tenant UMKM dalam Pasar Rakyat.
  • Program pengolahan botol plastik bekas dan infak mahasiswa mendukung beasiswa Rp1,5 juta per semester bagi sekitar 90 mahasiswa.
  • Pengumpulan sekitar 1.500 botol plastik selama Unisa Festival 2026 menjadi upaya Unisa Yogyakarta mendukung program Green Campus dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.

SuaraJogja.id - Universitas ’Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Unisa Festival 2026 di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta pada Jumat–Sabtu (9–10/10/2026). Bertepatan dengan peringatan usia ke-34 tahun, kegiatan ini menjadi momentum bagi kampus untuk memperluas kontribusi kepada masyarakat melalui aksi sosial, pemberdayaan UMKM, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mengangkat tema Melampah Sesarengan, Unisa Fest 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan yang berorientasi pada pemberian manfaat bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penyaluran donasi untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyandang disabilitas serta pengumpulan botol plastik bekas yang hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung beasiswa mahasiswa.

Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta, Ali Imron, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk meningkatkan kontribusi bagi masyarakat luas. Kontribusi itu diwujudkan melalui diseminasi hasil riset, kegiatan sosial, serta pemberdayaan UMKM, khususnya yang berada dalam jaringan Muhammadiyah.

Selain itu, Unisa Yogyakarta memiliki UMKM binaan di bawah Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora, terutama melalui Program Studi Manajemen. Dalam penyelenggaraan Unisa Fest 2026, para pelaku usaha binaan tersebut turut diberi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan bisnis mereka.

Baca Juga:Demi Dampingi UMKM, Kepala Unit BRI Rela Terjang Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal

Imron menegaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada UMKM penyandang disabilitas ditujukan untuk menunjang keberlangsungan usaha, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi.

“UMKM yang disabilitas ini bukan untuk diberikan bantuan atau konsumsi, tetapi mereka memang sudah memiliki usaha, sehingga sumbangan yang kita berikan itu dapat menambah modal mereka,” kata Imron, Sabtu (10/10/2026).

Melalui kegiatan amal atau charity serta dukungan dari Unisa Yogyakarta, dana yang disiapkan untuk membantu para pelaku UMKM tersebut mencapai Rp20 juta.

Dukungan terhadap ekonomi lokal juga diwujudkan melalui Pasar Rakyat yang menjadi bagian dari Unisa Fest 2026. Kegiatan ini melibatkan 20 tenant UMKM dari warga sekitar kampus dan pelaku usaha penyandang disabilitas. Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Botol Plastik Bekas untuk Mendukung Beasiswa Mahasiswa

Baca Juga:BRI Perkuat Ekonomi Desa BRILiaN Balbar di Sofifi Maluku Utara dan UMKM Lewat Semarak Merah Putih

Tidak hanya berfokus pada pemberdayaan UMKM, Unisa Yogyakarta juga menjalankan program pengumpulan dan pengolahan botol plastik bekas. Program ini dikelola oleh Mahasiswa Sadar Infak Sedekah (Madaris) bersama Lazismu Unisa Yogyakarta dan turut diperkenalkan dalam rangkaian Unisa Festival 2026.

Pembina Madaris sekaligus Manajer Eksekutif Lazismu Unisa Yogyakarta, Andis, menyampaikan bahwa program tersebut telah berjalan sejak 2024. Botol plastik yang dikumpulkan mahasiswa tidak langsung dijual kepada pengepul, melainkan melalui proses pemilahan berdasarkan jenis dan warna terlebih dahulu.

Sebelum dijual, tutup botol dan label merek dilepas. Botol-botol tersebut kemudian dipisahkan sesuai warnanya agar dapat dikelola lebih lanjut. Hasil penjualannya dihimpun untuk mendukung pembiayaan program beasiswa bagi mahasiswa.

Andis menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan dana infak yang mereka salurkan melalui Lazismu dan Madaris.

“Tujuan kita sebenarnya ingin menyosialisasikan kepada mahasiswa bahwa infak yang kalian berikan ke Lazismu, ke Madaris itu akan kembali ke mahasiswa itu sendiri dalam bentuk program beasiswa,” ujar Andis.

Beasiswa yang didukung melalui program tersebut meliputi beasiswa living cost berupa bantuan sembako setiap bulan dan beasiswa Serdadu yang dibuka setiap awal semester. Selain berasal dari penjualan botol plastik bekas, sumber pendanaannya juga mencakup infak mahasiswa, termasuk infak Senin-Kamis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak