- Demonstrasi mahasiswa di kantor DPRD DIY pada Selasa malam memanas dengan aksi bakar sampah dan pelemparan botol.
- Forum BEM se-DIY mengeluarkan pernyataan sikap berisi evaluasi kritis terhadap berbagai kebijakan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Mahasiswa menyerukan aksi kartu merah karena menilai banyak kebijakan pemerintah menyimpang dari kepentingan rakyat.
SuaraJogja.id - Situasi demonstrasi berbagai aliansi mahasiswa di depan kantor DPRD DIY, Selasa (20/10/2026) malam kembali memanas. Massa aksi demo mahasiswa sempat membakar tumpukan botol mineral di depan lobi kantor wakil rakyat tersebut.
Tak hanya itu, massa juga melempar botol ke arah barikade aparat yang berjaga di lokasi. Mereka juga membentangkan spanduk berisi protes serta kekecewaan terhadap pemerintah.
Di tengah situasi tersebut, orator mahasiswa sempat melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan nasional.
"Sudah cukup dua tahun Indonesia dirusak oleh bapak tua dan bocah SMP," ujar salah seorang orator.
Baca Juga:Aksi Mahasiswa di DPRD DIY Memanas, Kaca Pintu Pecah dan Tembok Dicoret
Sebutan bapak tua merujuk pada Presiden Prabowo Subianto, sedangkan bocah SMP ditujukan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Forum BEM se-DIY juga mengeluarkan pernyataan sikap bertajuk evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Mereka menyebut momentum dua tahun pemerintahan menjadi kesempatan bagi rakyat untuk mengevaluasi arah kekuasaan dan masa depan bangsa.
Dalam keterangan tertulisnya, Forum BEM se-DIY menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, dugaan perampasan ruang hidup, kelangkaan BBM, pelemahan rupiah, merosotnya ekonomi rakyat, mahalnya pendidikan, hingga kemiskinan.
Mereka juga mengkritik sentralisasi kekuasaan yang dinilai melemahkan otonomi daerah. Selain itu, mahasiswa menyoroti persoalan proyek strategis nasional (PSN), dugaan menguatnya oligarki, program pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran, serta pembungkaman suara kritis.
Persoalan militerisasi ranah sipil, reformasi Polri, penegakan hukum, dan dugaan penyalahgunaan kekuasaan turut menjadi perhatian dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga:Ribuan Mahasiswa Jogja Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kampus Resmi Beri Izin Turun ke Jalan
“Atas dasar itu kami menyerukan aksi kartu merah dua tahun Prabowo-Gibran sebagai bentuk evaluasi kritis terhadap jalannya pemerintahan, sekaligus perlawanan konstitusional terhadap kebijakan yang menjauh dari kepentingan rakyat,” demikian pernyataan Forum BEM se-DIY.
Hingga pukul 20.30, mahasiswa masih bertahan di DPRD DIY. Aparat keamanan pun terlihat masih berjaga di sekitar kawasan tersebut.
Kontributor : Putu Ayu Palupi