Dua Tahun Prabowo-Gibran: JCW Soroti Tebang Pilih Kasus Korupsi dan Efektivitas Retret Pejabat

JCW kritisi penegakan hukum era Prabowo-Gibran yang dinilai masih tebang pilih. Banyak pejabat korupsi, efektivitas pembekalan dipertanyakan.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:58 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran: JCW Soroti Tebang Pilih Kasus Korupsi dan Efektivitas Retret Pejabat
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Jogja Corruption Watch mengkritik penegakan hukum pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai masih tebang pilih pada 21 Oktober 2026.
  • Kejaksaan Agung mengusut korupsi Badan Gizi Nasional dan KPK mencatat 23 OTT hingga pertengahan Oktober 2026.
  • Kasus korupsi melibatkan banyak pejabat tinggi dan menteri yang mangkir panggilan, mempertanyakan efektivitas pembekalan pejabat negara.

SuaraJogja.id - Jogja Corruption Watch (JCW) melontarkan kritik pedas atas ketimpangan penegakan hukum yang dinilai masih tebang pilih dan sekadar kosmetik politik dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Aktivis JCW, Baharuddin Kamba, membongkar rapuhnya klaim keberhasilan pemerintah dalam menyapu bersih para koruptor.

Kinerja tiga instansi yakni Kortastipikor Polri, Jampidsus Kejaksaan Agung, dan KPK secara umum sudah berjalan. Namun, terdapat sejumlah celah krusial yang memerlukan perbaikan mendasar.

Kejaksaan Agung RI saat ini tengah mengusut dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang melibatkan eks pejabat internal hingga pihak swasta. Di saat bersamaan, publik menyoroti penanganan kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah yang dialihkan dari Kortastipikor ke Kejaksaan Agung melalui pembentukan Tim 9.

Baca Juga:Lempar Botol ke Barikade hingga Bakar Tumpukan Botol, Demo Mahasiswa Bertahan di DPRD DIY

Sementara di lembaga antirasuah, KPK mencatatkan 23 kali Operasi Tangkap Tangan (OTT) hingga pertengahan Oktober 2026. Meski angka penindakan terbilang tinggi, JCW mendesak adanya transparansi dan ketegasan pada tahap tindak lanjut kasus.

"Meski KPK telah melakukan OTT sebanyak 23 kali, juga perlu disoroti kelanjutan pasca OTT KPK tersebut," tegas Kamba, Rabu (21/10/2026).

Kerapihan pengusutan pasca-OTT dinilai krusial mengingat deretan kasus belakangan ini menyeret pejabat tinggi daerah, lingkaran kementerian, hingga korporasi besar. 

Kasus tersebut di antaranya melibatkan anak buah Gubernur Sumut Bobby Nasution, Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang mengaitkan nama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta dugaan suap HGU PT Summarecon Tbk di Kabupaten Bogor.

Belum lagi sikap tidak kooperatif pejabat publik turut menjadi hambatan serius dalam proses hukum. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dicatat dua kali mangkir dari panggilan penyidik KPK sebagai saksi dalam perkara PT Summarecon Tbk dengan berbagai alasan.

Baca Juga:Ribuan Mahasiswa Jogja Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kampus Resmi Beri Izin Turun ke Jalan

Di sisi lain, maraknya menteri, wakil menteri, hingga kepala daerah yang terjerat korupsi memicu keraguan publik atas program pembinaan pejabat. 

JCW mempertanyakan dampak nyata dari kegiatan pembekalan awal masa jabatan terhadap moralitas para pejabat negara.

"Banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi padahal sebelumnya juga pernah mengikuti pembekalan dan retret. Sehingga menjadi pertanyaan soal efektivitas dari kegiatan pembekalan dan retret tersebut," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak