- Polisi mengamankan sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus dalam kericuhan demonstrasi di Gedung DPRD DIY pada Selasa malam.
- Kasihumas Polresta Yogyakarta menyatakan para mahasiswa dan korban luka ringan tersebut telah diantar pulang pada Rabu dini hari.
- Kombes Pol Ihsan menyebutkan bentrokan dan pelemparan batu selama unjuk rasa menyebabkan beberapa korban mengalami luka-luka ringan.
SuaraJogja.id - Sejumlah mahasiswa yang diamankan aparat kepolisian saat kericuhan demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY, Selasa (20/10/2026) malam akhirnya dipulangkan pada Rabu (21/10/2026) dini hari.
Polisi menyebut para mahasiswa tersebut tidak dibawa ke Markas Polresta Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan. Mereka diamankan di lokasi kericuhan sebelum akhirnya diantar pulang oleh petugas.
"Gak ada. Jadi gak dibawa ke kantor [Mapolresta Yogyakarta], hanya di DPRD, itu diamankan di sana, di lokasi, kemudian tadi pagi jam tiga lewat seperempat sudah dipulangkan. Kita mengantar mereka pulang," papar Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Dani mengatakan, pihaknya belum memiliki data pasti mengenai jumlah peserta aksi yang sempat diamankan. Namun berdasarkan informasi yang beredar, jumlahnya mencapai belasan hingga puluhan orang, termasuk mahasiswa dan alumni dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta.
Baca Juga:Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ribuan Mahasiswa Yogyakarta Geruduk DPRD, Layangkan 7 Tuntutan
Mereka disebut berasal dari Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia (ISI), UIN serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN).
"Untuk data pastinya gak [monitor]," jelasnya.
Namun Dani kembali memastikan semua mahasiswa tersebut sudah dipulangkan. Teramasuk yang mengalami luka-luka ringan dalam aksi masa di DPRD DIY.
"Jam empat pagi sudah gak ada yang diamankan," ujarnya.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menyatakan ada beberapa korban luka-luka ringan dalam aksi unjukrasa yang berakhir ricuh di DPRD DIY pada Selasa Malam. Korban terdiri dari mahasiswa maupun aparat kepolisian akibat aksi pelemparan batu dan bentrokan fisik.
Baca Juga:Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih
"Sudah semuanya bisa beraktivitas, hanya luka ringan saja karena tadi aksi saling dorong," paparnya.
Sebelumnya aksi demonstrasi di kantor DPRD DIY berakhir ricuh usai terjadi pelemparan mercon, batu, hingga botol ke arah aparat. Polisi kemudian membubarkan paksa massa sekitar pukul 21.30 WIB.
Dalam aksi itu, situasi sempat memanas setelah suara ledakan mercon terdengar di tengah aksi. Massa juga terlibat aksi pelemparan batu yang diduga berasal dari pecahan pot.
Sejumlah botol pun dibakar di depan lobi DPRD. Tak hanya itu, tembok Gedung DPRD DIY juga menjadi sasaran aksi corat-coret.
Setelah ketegangan meningkat, polisi membubarkan massa. Para demonstran berlarian ke berbagai arah di Malioboro. Sejumlah mahasiswa turut diamankan untuk menjalani pendataan dan dimintai keterangan.
Kontributor : Putu Ayu Palupi