Dari Arena Panjat hingga Meja Juri, Dua Perempuan Jogja Mengukir Peran di Asian Games

Dua perempuan asal Yogyakarta, Sukma Lintang (atlet panjat tebing) dan Vania Rosilin (juri wushu), mendedikasikan diri mereka di ajang Asian Games 2026.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:17 WIB
Dari Arena Panjat hingga Meja Juri, Dua Perempuan Jogja Mengukir Peran di Asian Games
Atlet Jogja, Sukma Lintang Cahyani dan Vania Rosilin Irmanto menyampaikan pengalamannya di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Sukma Lintang Cahyani asal Yogyakarta meraih peringkat kedelapan kategori lead panjat tebing Asian Games 2026 di Jepang.
  • Vania Rosilin Irmanto bertugas sebagai juri nomor Taolu Wushu pada ajang Asian Games 2026 setelah melalui seleksi internasional.
  • Kedua perempuan Yogyakarta tersebut telah menekuni bidang olahraga masing-masing selama puluhan tahun hingga tampil di tingkat Asia.

"Dua tahun kemudian, saya mengikuti ujian lisensi internasional," jelasnya.

Sejak itu, pengalaman bertugasnya bertambah melalui berbagai kompetisi, termasuk SEA Games, kejuaraan dunia, dan Kejuaraan Junior Asia. Perjalanan panjang tersebut mengantarkannya menjadi salah satu dari empat juri asal Indonesia yang terpilih untuk Asian Games 2026.

Tiga juri lainnya berasal dari Medan, sedangkan Vania menjadi satu-satunya wakil dari Yogyakarta. Proses pemilihan juri dilakukan melalui nominasi federasi nasional setelah menerima surat dari federasi internasional.

Pengalaman bertugas di kejuaraan internasional menjadi salah satu pertimbangan dalam pengajuan kandidat sebelum federasi internasional menentukan nama-nama yang terpilih. Di Asian Games 2026, Vania bertugas pada nomor Taolu, kategori Wushu yang menampilkan peragaan jurus. 

"Tugas tersebut menuntut pemahaman mendalam mengenai teknik, peraturan, dan ketentuan penilaian," jelasnya.

Baginya, perbedaan antara menjadi atlet dan juri bukan sekadar pergantian posisi, melainkan juga perubahan tanggung jawab.

Sebagai juri, orientasinya berubah. Ia tidak lagi berfokus pada hasil penampilannya sendiri, tetapi harus menjalankan tugas berdasarkan aturan dan pengetahuan teknis yang dimiliki.

Pengalaman sebagai atlet menjadi bagian dari bekal yang dibawanya ke meja penilaian. Pemahaman terhadap gerakan dan situasi pertandingan yang diperoleh selama bertahun-tahun di dunia Wushu kini digunakan untuk menjalankan tanggung jawab yang berbeda.

"Kalau sebagai atlet, ibaratnya kita mengurus diri sendiri, bagaimana mengatur diri sendiri, berjuang untuk diri sendiri, dan lain sebagainya. Kalau juri, kami harus menjalankan tugas berdasarkan peraturan yang ada, serta berdasarkan keilmuan dan pemahaman terhadap jurus-jurus yang kami kuasai," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak