Jembatan utama itu dulunya dibangun dengan dana bantuan dari sebuah lembaga zakat nasional. Subardi berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Bantul akan memperbaiki jembatan utama tersebut karena pihak sekolah tak mempunyai dana yang cukup untuk membangun kembali.
Subardi menceritakan, ada 26 siswa yang akan mengikuti UNBK hari kedua. Ujian dibagi dalam dua sesi, sebab jumlah komputer yang ada tak mencukupi untuk menguji seluruh siswa secara bersamaan.
Ujian dilakukan di Laboratorium Komputer yang telah dipindahkan ke lantai atas.
Kebijakan memindahkan laboratorium ke lantai atas dilakukan setelah banjir menerjang sekolah itu sebanyak dua kali.
Pada 2017, sekolah tersebut juga terdampak luapan Sungai Celeng. Namun, ketinggian air hanya mencapai sekitar 20-30 sentimeter. Luapan pada 17 Maret berdampak lebih besar, sebab ketinggian air mencapai satu meter.
Selain laboratorium, semua fasilitas penting seperti perpustakaan dan ruang guru MA Ummatan Wasathon juga dipindah ke lantai atas. Hingga kini buku-buku dari perpustakaan masih menumpuk di pojok sekolah dan teras-teras.
Kontributor : Sri Handayani
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda