SuaraJogja.id - Airnav Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta melaporkan bahwa balon udara kembali mengganggu penerbangan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Terhitung sejak Senin sampai Sabtu (8/6/2019) kemarin, terdapat 14 laporan pilot soal gangguan dari balon udara. Dalam satu laporan, setidaknya ada 3 hingga 15 balon udara yang diterbangkan.
"Untuk laporan penerbangan balon liar sampai hari kemarin itu ada 14 laporan untuk wilayah Jogja, bayangkan saja, dalam satu laporan setidaknya ada 3 balon, bahkan ada pilot yang melihat 15 balon yang diterbangkan," kata General Manager Airnav Bandara Adi Sutjipto Nono Sunariyadi, Minggu (9/6/2019)
Balon udara banyak ditemukan di jalur penerbangan menuju Yogyakarta dari arah Jakarta. Di antaranya Cilacap, Wonosobo, Indramayu dan Cirebon. Padahal, menurut Nono ketinggian jelajah pesawat di sekitar situ sekitar 30 ribu kaki. Ironisnya tinggi penerbangan balon udara sama dengan ketinggian jalur jelajah pesawat.
"Kemarin kami temukan ketinggiannya sampai 30.000 (kaki) lebih. Padahal jalur penerbangan disekitar situ antara 26 ribu sampai 29 ribu," kata Nono.
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 mensyaratkan ketinggian maksimal penerbangan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat setinggi 150 meter.
Nono menambahkan, pihaknya akan bekerja dengan berbagai pihak untuk terus menyosialisasikan mengenai ketentuan penerbangan balon udara kepada masyarakat luas.
"Karena balon udara ini sangat mengganggu keselamatan penerbangan. Maka kita tidak berhenti menyosialisasikan kepada masyarakat bekerjasama dengan berbagai pihak," imbuh Nono.
Baca Juga: Polisi Sita Belasan Balon Udara dan Petasan di Ponorogo
Berita Terkait
-
Polisi Sita Belasan Balon Udara dan Petasan di Ponorogo
-
Siap-siap Dipidanakan Jika Mainkan Balon Udara Karena Ini
-
AirNav: Balon Udara Ilegal Kembali Ganggu Penerbangan saat Lebaran 2019
-
Menhub Pastikan Jelang Mudik Lebaran 2019 Seluruh Kondisi Pesawat
-
Bikin Panik, Pilot Ini Mendadak Pingsan Saat Pesawat Mengudara
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama