SuaraJogja.id - Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) mendesak Presiden RI, Joko Widodo untuk segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) atas UU KPK yang telah disahkan DPR RI.
Perppu ini penting untuk membatalkan Revisi UU KPK yang kontroversial.
"Menurut saya untuk Perppu harus secepatnya, karena karakteristik perppu dia menyelesaikan keadaan genting atau darurat. Maka tentu tidak boleh ditunda. Ketika Presiden mempertimbangkan keluarnya perppu karena keadaan genting dan mendesak, maka justru aneh bila Presiden menunda mengeluarkan perppu. Oleh karena itu perppu harus dikeluarkan segera, satu atau dua atau tiga hari. Mestinya hari Selasa, Rabu, Kamis minggu depan perppu sudah keluar sehingga keadaan ini membaik," ungkap Direktur Pukat FH UGM Oce Madril di Kantor Pukat FH UGM pada Jumat (27/9/2019).
Perppu ini, menurut Oce, akan menjawab masifnya tuntutan dari berbagai elemen masyarakat terhadap penguatan KPK. Sebab RUU KPK secara substansi berpotensi menghambat penanganan kasus korupsi.
Namun perppu tersebut bisa efektif bila pasal-pasal didalamnya. Bila perppu dibuat seabu-abu mungkin dan memuat pasal-pasal yang tidak tegas, maka alih-alih jadi jalan keluar, perppu jadi masalah baru.
"Maka usulan saya, perppu itu simpel saja untuk mencabut UU KPK hasil perubahan. Jadi tidak boleh lagi dia mengatur hal-hal yang substantif. Jadi isinya itu saja, pertama mencabut UU KPK hasil perubahan (DPR), kedua presiden menyeleksi kembali atau memilih kembali pimpinan KPK yang kemarin dianggap bermasalah. Langkah ini konstitusional oleh Presiden dan boleh diambil Presiden, dilindungi konstitusi dan tidak ada persoalan secara hukum, bahkan bisa direview DPR yang baru," katanya.
Oce menambahkan, perppu tersebut akan dilihat sebagai komitmen presiden dalam mendukung pemberantasan korupsi denga menjaga KPK dari pelemahan. Sebab, presiden harus berani mengoreksi langkah kelirunya bersama DPR RI demi menjaga peradaban bangsa dari kehancuran akibat korupsi.
"Setiap upaya mengubah UU KPK dengan tujuan melemahkan pemberantasan korupsi pasti akan mendapatkan perlawanan rakyat," katanya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Diminta Jokowi, Mensesneg Siapkan Draf Perppu KPK
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional