- Kepolisian Gamping, Sleman, mengungkap praktik ilegal pembuatan bubuk petasan pada Sabtu, 7 Maret 2026.
- Tiga remaja diamankan setelah ditemukan memproduksi dan menjual bubuk petasan seharga Rp30.000 per ons.
- Polisi menyita 5 kg bubuk petasan jadi dan bahan baku sebagai bagian antisipasi keamanan Ramadan.
SuaraJogja.id - Jajaran kepolisian berhasil mengungkap praktik pembuatan dan penjualan bubuk petasan ilegal di wilayah Ambarketawang, Gamping, Sleman, Sabtu (7/3/2026). Barang bukti berupa 5 kg bahan peledak dan tiga remaja diamankan atas temuan ini.
Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo menuturkan operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum selama bulan suci Ramadan.
Disampaikan Bowo, pengungkapan bermula saat petugas melaksanakan patroli rutin pada Sabtu kemarin sekira pukul 06.12 WIB.
"Saat melintas di bawah Jembatan Utara Pasar Sapi, tepatnya di area bulak persawahan Dusun Sorogenen, Ambarketawang, petugas mendapati dua anak sedang mengisi bubuk petasan," kata Bowo saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Usai mengamankan kedua anak itu, petugas lalu segera melakukan pendalaman untuk memburu penyuplai bahan peledak tersebut.
Hasil pengembangan mengarah pada seorang remaja berinisial FAP (16), warga setempat. Ia diduga kuat berperan sebagai pembuat sekaligus penjual bubuk petasan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, FAP diketahui memproduksi sendiri bahan petasan tersebut dan menjualnya dengan sistem eceran.
"Bubuk petasan tersebut dijual dengan harga sekitar Rp30.000 per ons," ungkapnya.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi mendapati sejumlah barang bukti yang cukup signifikan. Termasuk sekitar 5 kilogram bubuk petasan yang telah dikemas dalam beberapa bungkus plastik.
Baca Juga: Sehari Dua Kecelakaan Terjadi di Sleman, Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
Selain bahan jadi, petugas turut menyita bahan baku berupa satu kilogram belerang serta alat pengolahan tradisional seperti ember, ulekan kayu, ayakan, serta bahan pembuatan klongsong petasan dan beberapa klongsong petasan siap isi.
"Saat ini ketiga anak tersebut beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Gamping untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya.
Bowo bilang pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengantisipasi peredaran bahan petasan yang berpotensi membahayakan masyarakat. Terkhusus pada saat bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan ini polisi mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka.
"Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat dalam aktivitas pembuatan maupun penggunaan petasan yang berbahaya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026
-
Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival