SuaraJogja.id - Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo saat ini telah dilengkapi kolom bulat yang berfungsi untuk mitigas bencana tsunami.
Kolom bulat tersebut berada di Terminal penumpang YIA, yang disebut sebagai kolom penyelamatan atau sacrifice column.
Kolom penyelamatan adalah kolom yang 'dikorbankan' untuk hancur lebih dahulu, ketika tsunami menerjang. Bertujuan menyelamatkan penumpang di area lain terminal.
Pimpinan Proyek YIA Angkasa Pura I Taochid Purnama Hadi mengatakan, kolom ini membantu menggemboskan energi hempasan gelombang tsunami yang bersifat destruktif atau merusak, sebelum mencapai fisik terminal.
"Sehingga, efek hempasan itu tidak merusak konstruksi terminal dan penumpang yang berada di dalamnya aman dan selamat," ungkapnya, Senin (14/10/2019).
Ia mengungkapkan, sacrifice column berbentuk bulat untuk mengurangi bidang benturan dan tidak ada dinding di sekitarnya.
"Jadi air bisa lewat tanpa penghalang," kata dia.
Sementara itu, General Manager Angkasa Pura I Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta, Kolonel (Pnb) Agus Pandu Purnama mengatakan, sebagai salah satu bentuk mitigasi bencana dia area YIA, maka jajarannya juga membangun crisis center.
"Sekitar Desember 2019, crisis center selesai dibangun," kata dia.
Baca Juga: Mulai April, Bule yang Plesiran ke Jogja Bakal Turun di Kulon Progo
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat