SuaraJogja.id - Tewasnya mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta, M Sirojul Milal (22), di Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri, Dusun Nogosari, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul memunculkan fakta baru. Seorang warga setempat mengaku kesulitan mengangkat jasad korban saat menolong.
Seorang warga Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Wardoyo (35), mengungkapkan bahwa dirinya kesulitan saat menolong korban.
"Saya awalnya terkejut saat mendengar ada mahasiswa yang terperosok ke dalam sumur. Saya langsung berlari ke musala tempat mereka salat berjemaah dan melihat sudah ramai. Saya langsung terjun ke dalam sumur untuk mengangkat korban. Setelah saya temukan korban di dasar air, badannya cukup besar dan saya kesulitan untuk mengangkat," terang Wardoyo kepada SuaraJogja.id, Senin (2/12/2019).
Wardoyo menerangkan, pihaknya dibantu tiga orang mahasiswa yang ada di lokasi. Ia hanya menggunakan tali tambang dan selang untuk mengangkat korban.
"Meski telah dibantu tiga orang kami cukup kesulitan karena korban memang bertubuh besar. Bahkan beberapa mahasiswa memberi tahu saya bahwa berat korban mencapai satu kwintal," jelas dia.
Wardoyo menilai, berat tubuh korban bisa menjadi penyebab dirinya terperosok ke dalam sumur. Namun begitu, pihaknya tak bisa memastikan karena sebelum mahasiswa datang ke lokasi untuk melaksanakan malam keakraban, Wardoyo sudah lebih dulu menginjak ruang imam di mana korban terjatuh.
"Memang di ruang imam itu tepat di bawahnya dibuat sumur. Sebelum dibangun masjid, sumur itu sudah ada sejak dulu pada pembangunan awal 2004-2005. Nah agar sumur tetap bersih [tidak kemasukan sampah atau daun], dibangunlah musala dan kebetulan posisi imam berada di atas sumur. Mungkin saat korban sujud, berat badannya bertambah dan tempat itu ambrol. Tapi saat saya membersihkan masjid dan berada di atas tempat imam tidak ada lantai rapuh dan aman semua," katanya.
Wardoyo merupakan salah seorang warga setempat yang kerap membersihkan Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri ketika diselenggarkaan acara. Selama ini keadaan di lokasi terkait selalu aman dan tidak pernah terjadi persoalan.
"Sudah sering kegiatan mahasiswa dilakukan di sini. Jadi ini bukan pondok pesantren di mana santri tinggal di sini. Tapi lokasi ini digunakan untuk kegiatan seni, budaya, dan kegiatan outbond para mahasiswa dan masyarakat luar desa. Selama ini semua kegiatan berjalan aman. Baru kali ini terjadi insiden seperti itu," tambah Wardoyo.
Baca Juga: PMA Majelis Taklim Dinilai Berlebihan, DPR: Tak Perlu Diatur Pemerintah
Musala berukuran 7x7 meter tersebut dibangun diatas panggung setinggi satu meter. Saat ini ruang imam, tempat Milal terjatuh, telah ditutup dengan papan, dan sumur yang berada tepat di ruang imam juga sudah ditutup kayu.
Sebelumnya dikabarkan, warga di sekitar Pesan-trend Budaya Ilmu Giri dikejutkan dengan insiden terperosoknya seorang mahasiswa ke dalam sumur saat melaksanakan salat berjemaah, Sabtu (30/11/2019) pukul 20.00 WIB. Mahasiswa yang diketahui sedang menggelar malam keakraban tersebut meninggal ketika dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY