SuaraJogja.id - Warga Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo berinisial AK (38) harus berurusan dengan polisi lantaran melakukan penganiayaan terhadap mantan suami istrinya yakni Sukardiyono (45) warga Jogoboyo Kecamatan Purwodadi kabupaten Purworejo Jawa Tengah.
Kasubag Humas Polres Kulonprogo, AKP Sujarwo menuturkan aksi penganiayaan tersebut berawal dari kedatangan Sukardiyono ke rumah mantan istrinya di Dusun Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Senin (8/12/2019) lalu.
Sukardiyono datang bertiga bersama dengan Sutik Sunaryati (istri barunya) dan Ecin (anak korban bersama istri pelaku).
"kedatangan mereka bertiga sebenarnya mengantar anaknya untuk meminta surat-surat guna keperluan mengurus beasiswa sekolahnya," ungkap Sujarwo, Kamis (12/12/2019).
Diduga karena masih memendam rasa emosi, ketika ketiganya sampai di rumah justru terjadi cekcok antara korban dengan pelaku. Pelaku yang emosi lantas mengambil Parang sepanjang 40 cm yang kemudian digunakan untuk membacok korban.
Mendapat serangan tersebut korban lantas berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Para tetangga pelaku pun berdatangan dan berusaha melerai pertikaian antara keduanya.
Akibat peristiwa tersebut korban terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Korban harus mendapat setidaknya 13 jahitan di kepala. Sementara istri korban merasa tidak terima dan melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian.
""Korban mengalami luka di kepala dan jari tangan. Istri korban kemudian melaporkan kasus tersebut dan kami langsung menindaklanjutinya," tambahnya.
Tersangka berhasil diamankan di wilayah Gamping Sleman sehari kemudian. Polisi saat ini telah melakukan penahanan terhadap pelaku. Selain itu polisi juga menyita barang bukti berupa parang dan kaos korban yang berlumuran darah.
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Dishub Kulon Progo Periksa Jip Wisata di Pengasih
"Pelaku kami jerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 2 tahun 6 bulan," ungkapnya.
Di hadapan petugas pelaku mengaku nekat membacok korban karena emosi. Kedatangan korban bersama istrinya tersebut tidak didahului dengan komunikasi terlebih dahulu. Bahkan tanpa sebab yang jelas korban yang datang langsung emosi.
Ketika tiba di rumah tanpa ada sepatah kata pun korban langsung menarik kaos dari pelaku. Tak hanya itu korban juga mengancam akan melaporkan kepada teman-temannya agar menggruduk korban karena telah menikahi istri korban.
"Karena ancaman itu, saya lantas emosi dan mengambil parang. Langsung saya bacokkan," ujarnya.
Antara pelaku dengan korban selama ini memang sudah saling mengenal. Terlebih korban merupakan mantan suami dari istri. Pelaku juga mengaku kesal dengan korban yang selama ini selalu melancarkan ancaman terhadap dirinya. Namun ancaman tersebut tak pernah ia tanggapi.
Pelaku mengaku tidak memiliki rasa cemburu Ketika korban datang ke rumahnya. Emosinya muncul karena sejak dirinya melamar mantan istri korban, korban selalu mengeluarkan ancaman terhadap dirinya.
Berita Terkait
-
Jelang Libur Nataru, Dishub Kulon Progo Periksa Jip Wisata di Pengasih
-
Pemulung Pembacok Istri Akui Perbuatannya Cemburu Buta karena Isu Selingkuh
-
Maret 2020, Bandara YIA Beroperasi Penuh
-
Pemulung Pembacok Istri di Pamulang Kerap Cekcok dan Dilerai Tetangganya
-
Sumber Air Terbatas, Pohon Pisang Dipakai Padamkan Kebakaran di Kulon Progo
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat