SuaraJogja.id - Kesibukan di Gereja Katolik Roma Santa (St) Lidwina, Dusun Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman masih terlihat hingga pukul 11.00 WIB, Minggu (22/12/2019). Meski misa pagi telah usai, sejumlah umat masih beraktivitas di dalam gereja sembari menghias altar dan membersihkan lantai dalam gereja.
Seorang pemuda berkaus hitam, Oda Bintang Nagoyasto (17), terlihat sibuk memberi warna pada sebuah replika gua yang terletak di depan altar. Dibantu dengan beberapa umat lainnya yang lebih tua, Bintang menjadi umat yang paling muda pada aktivitas siang itu.
Lelah dengan aktivitasnya, Bintang sengaja mendekati bangku dan duduk di atasnya. Sesekali ia membersihkan peluh di kening lantaran harus bolak-balik mewarnai replika gua tersebut. SuaraJogja.id pun berkesempatan menanyakan aktivitas yang dia lakukan siang itu.
"Ini persiapan untuk misa malam Natal [24 Desember 2019] dan saat hari H [25 Desember 2019] nanti," katanya, sembari membuka masker yang dia kenakan.
"Di gereja ini para pemudanya ikut terlibat saat prosesi misa. Jadi dibuat sebuah drama agar umat yang datang bisa lebih khusyuk dan ingat bagaimana Tuhan Yesus berkorban untuk pengikutnya," tambah Bintang.
Pemuda yang mengaku menjadi misdinar, atau putra altar yang membantu pemimpin perayaan Ekaristi, ini sudah lama aktif untuk kegiatan gereja. Ia pun senang setiap menjelang perayaan hari besar umat Kristiani.
"Saya cukup tergerak dan lebih termotivasi untuk beribadah di gereja ini. Mungkin karena lingkungan saya juga mendukung, dan orang tua juga aktif di dalam kegiatan di Gereja St Lidwina," ungkap dia.
Meski sambil bercerita, Bintang sesekali melanjutkan aktivitasnya mewarnai replika gua dengan cat semprot. Ketika lelah, dirinya mencari kursi untuk beristirahat dan kembali membagikan kisahnya selama aktif berkegiatan di gereja setempat.
Menyinggung soal kejadian tahun 2018 lalu, ketika gerejanya diserang seorang pria dengan sebilah pedang tajam, Bintang mengaku saat itu dirinya tak ada di lokasi.
Baca Juga: Baru Sehari Diresmikan, Jembatan Gantung Taman Hutan Kemayoran Roboh
"Saat kejadian itu kan hari Minggu pagi, sedangkan saya mengikuti misa Sabtu malamnya. Memang tidak melihat langsung kejadiannya, tapi mendengar cerita teman-teman memang cukup mencekam," jelas dia.
Namun begitu, Bintang mengatakan, saat ini pihaknya tak merasa takut untuk beribadah di gereja setempat. Bahkan, dari kejadian tersebut, Bintang lebih termotivasi dan merasa keyakinan terhadap agamanya lebih besar.
"Karena kejadian itu banyak perhatian yang diberikan oleh berbagai pihak. Jadi ada bantuan dari pemerintah terhadap patung dan fasilitas rusak, ada juga bantuan dari warga sekitar. Nah dari perhatian itu saya akui rasa untuk menjaga gereja dan keyakinan kepada Tuhan ini lebih besar. Saya, yang aktif di misdinar, juga semakin khusyuk ketika ada misa di gereja ini," tambah dia.
Di sisi lain, seorang umat sekaligus pengurus Bidang Sarana dan Prasarana Gereja St Lidwina, Anas Rahmat Alexander (51), mengungkapkan, pasca-kejadian setahun lalu, terdapat trauma healing yang dilakukan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain itu, warna dinding di dalam gereja diubah untuk membantu menghilangkan ketakutan umat saat beribadah di Gereja St Lidwina.
"Pasca-kejadian [penyerangan] itu ada trauma healing yang dilakukan di gereja ini. Tujuannya agar kami bisa menghilangkan ketakutan setelah insiden terjadi. Saya sendiri memang tidak hadir saat penyerangan Minggu pagi itu. Tapi saat mengikuti proses penyembuhan trauma itu, banyak umat yang sudah tidak takut beribadah di sini," kata Anas.
Pihaknya menuturkan, kejadian itu tak sepenuhnya membuat orang-orang ketakutan. Bahkan ia mengklaim, tidak ada pengaruh setelah insiden penyerangan tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni dan Hiburan Jogja Berduka
-
Cancer Awareness Month, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Dukungan bagi Keluarga Pasien
-
Pasca Sebarkan Video Nirempati Korban MBG, Pegawai SPPG Dlingo Bantul Dipecat BGN
-
Sidak Dini Hari, Pemda DIY Temukan Pengelolaan MBG Tak Sesuai SOP, SPPG SMKN 2 Jogja Distop
-
Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas