SuaraJogja.id - Malam pergantian tahun baru 2020 justru berubah mencekam bagi masyarakat di kawasan perbatasan Padukuhan Sunggingan Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong dengan Desa Gedangrejo Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul. Sebabnya, sesosok mayat perempuan ditemukan bersimbah darah dan di sebelahnya seorang laki-laki ditemukan masih bernapas.
Keduanya ditemukan di Gunung Batur Agung, Gunung Kidul, Selasa (31/12/2019) malam menjelang jam pergantian tahun. Saat ditemukan, kondisi sosok perempuan dalam keadaan sudah meninggal, sementara yang laki-laki masih sadar dan dalam keadaan bersimbah darah karena mengalami luka serius.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, kedua orang yang ditemukan di atas Gunung Baturagung tersebut adalah warga setempat yang bernama Suratmin (40) warga Padukuhan Sunggingan Desa Sidorejo Kecamatan Ponjong dan yang perempuan adalah Paniyati (50), tetangga Suratmin.
Keduanya ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 21.30 WIB dan informasinya langsung menyebar. Sejumlah laporan pun masuk anggota polisi di dua Polsek yang berbeda. Dan setelah aparat kepolisian melakukan penelusuran ternyata benar, ada dua orang yang ditemukan di atas Gunung Baturagung dengan posisi satu meninggal dan satu masih hidup.
"Iya, tadi ada laporan terus kami telusuri. Ternyata benar warga menemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia,"tutur Kapolsek Karangmojo, Kompol Sunaryo ketika dikonfirmasi, Rabu (1/1/2019).
Namun demikian, Sunaryo enggan berkomentar lebih banyak, ia mengatakan jika keduanya ditemukan dalam kondisi luka parah. Dan darah segar masih berceceran di dekat penemuan kedua orang tersebut. Aparat kepolisian kini terus berusaha melakukan penyelidikan atas penemuan dua orang tersebut.
"Untuk penyebab dan indikasi lain, kami belum bisa memastikan. Masih terus kami kembangkan," ujarnya.
Kondisi medan penemuan keduanya memang cukup sulit. Terlebih di kawasan tersebut habis diguyur hujan sehingga jalan menuju ke kawasan tersebut sangat licin. Dan karena berada di atas gunung, maka untuk menuju ke lokasi penemuan sangat sulit karena keadaan sangat gelap.
Bahkan untuk mencapai ke lokasi kejadian, polisi harus menempuhnya dengan jalan kaki sekitar 3 kilometer. Sehingga proses evakuasi keduanya pun cukup menyita waktu. Hingga pukul 23.00 WIB, korban yang laki-laki baru bisa dievakuasi. Korban laki-laki langsung dilarikan ke rumah sakit Panti Rahayu untuk mendapatkan perawatan.
Baca Juga: Begini Gaya Jokowi Saat Lihat Pesta Kembang Api Tahun Baru di Nol Kilometer
"Untuk korban perempuan masih dilakukan otopsi di lokasi kejadian oleh tim Inafis," tambahnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air