SuaraJogja.id - Tak ada kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan di Terminal Giwangan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini dibanding akhir pekan ataupun hari-hari biasa. Kenaikan yang terjadi hanyalah kecil, yaitu 3%. Pernyataan ini disampaikan Ketua Tim Jaga Regu A M Takhid, Rabu (1/1/2020).
Jumlah penumpang yang ada di Terminal Giwangan Yogyakarta selama musim liburan Nataru ini mencapai 665.957 orang, didominasi penumpang yang berangkat menggunakan jasa transportasi bus.
Pihak pengelola Terminal Giwangan mencatat, sejak 18 desember 2019 hingga 31 Desember 2019 setidaknya ada 387.186 orang penumpang yang berangkat dari terminal ini. Sementara penumpang yang datang ke terminal ini mencapai 278.771 orang.
"Memang penumpang bus ini cukup sepi dan cenderung mengalami penurunan," tutur Takhid.
Bus-bus jarak pendek seperti ke Semarang ataupun Solo dan juga Purwokerto saat ini memang jumlah penumpangnya cenderung anjlok. Bahkan di Terminal Giwangan sendiri terlihat peminat bus kelas bisnis sangat minim, terlihat dari Pol Bus yang ada di terminal tersebut.
Dari 44 kursi yang tersedia di masing-masing bus, pihaknya mengamati, hanya ada sekitar 15 hingga 20 orang yang mengisi. Belum lagi untuk bus malam, isinya hanya sekitar sembilan sampai 10 orang ketika keluar dari terminal.
"Biasanya ada penambahan penumpang seperti di Terminal Jombor. Namun jumlahnya tidak begitu banyak," papar Takhid.
Untuk bus jurusan yang agak jauh seperti Surabaya ataupun Jakarta, memang penumpangnya sedikit lebih banyak dibanding dengan jurusan-jurusan yang pendek tersebut. Kendati demikian, ia mengakui bahwa peminat bus sekarang cenderung mengalami penurunan.
Saat ini para penumpang memilih menggunakan moda transportasi darat lainnya, seperti kereta api misalnya.
Baca Juga: Banjir Lahar Dingin, Kali Gendol Selatan Masih Aman
Sebab, kereta api menawarkan kenyamanan dan juga terhindar dari kemacetan serta tepat waktu dibanding dengan bus. Dengan harga tiket yang hampir sama dengan tiket bus, kereta api lebih dipilih masyarakat.
"Bayangkan yang [kelas] ekonomi saja. Sudah murah, AC, bersih, dan tepat waktu. Berbeda dengan bus," kata Takhid.
Petugas Terminal Giwangan lainnya, Sukirno, juga mengakui bahwa jumlah penumpang bus di Terminal Giwangan memang cenderung sepi. Selain kalah pamor dari kereta api, angkutan umum bus kini juga kalah dari kendaraan pribadi dan juga taksi online.
"Busnya sering terjebak kemacetan. Sekarang pakai kendaraan pribadi bisa lebih cepat, kan ada tol," ucapnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026
-
Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival