Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Rabu, 01 Januari 2020 | 18:23 WIB
Banjir lahar di aliran Kali Gendol, Rabu (1/1/2020). - (istimewa)

SuaraJogja.id - Laman Twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY menyebutkan, hujan terjadi di kawasan puncak Gunung Merapi sejak pukul 14.14 WIB.

Dihubungi SuaraJogja.id, Kepala BPPTKG DIY Hanik Humaida mengatakan, curah hujan yang turun memiliki total sebesar 42 mm. Berdasarkan kondisi itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Merapi diharapkan meningkatkan kewaspadaan akan penambahan aliran/lahar.

"Perlu diwaspadai, apabila ada kegiatan yang ada di aliran Gendol," tuturnya, kala dihubungi pada Rabu (1/1/2020).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan menyebutkan, telah terjadi banjir lahar di aliran Kali Gendol, yang teramati di wilayah Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan.

"Kejadian ini tidak menimbulkan kerusakan dan nihil korban," ungkapnya.

Terpisah, seorang warga Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, yaitu Basuni, mengatakan, aliran lahar dingin Merapi belum sampai Kali Gendol di kawasan Desa Sindumartani.

"Sindu [Sindumartani] sebelah selatan masih aman, masih jauh," ujarnya.

Selain itu, hujan deras disertai angin kencang juga mengakibatkan robohnya panggung hiburan di Bukit Klangon, Padukuhan Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Cangkringan pada pukul 14.25 WIB, saat petunjukan sedang berlangsung. Tak ada korban dalam insiden ini.

Di lokasi yang sama, pohon akasia tumbang menutup akses jalan. Sama seperti kejadian panggung roboh, insiden ini tak memakan korban.

Baca Juga: 9 Orang Tewas dalam Kepungan Banjir Jakarta dan Sekitar, Ini Daftarnya

Kontributor : Uli Febriarni

Load More