SuaraJogja.id - Pengunjung Mangunan Dan Sekitarnya Alami Penurunan
Libur Natal dan tahun baru kali ini ternyata tak begitu signifikan mendongkrak jumlah wisatawan yang mengunjungi sejumlah objek wisata yang berada di Kecamatan Dlingo. Tren penurunan jumlah wisatawan di Kecamatan Dlingo masih terus terjadi termasuk pada libur Natal dan tahun baru kali ini.
Ketua Koperasi Notowono (Induk Semua Obyek Wisata Di Dlingo), Purwo Harsono menuturkan dari semua obyek wisata di antaranya seperti Mangunan, Hutan Pinus Pengger, Becici, Watu Goyang, Bukit Panguk, memang terjadi tren penurunan jumlah pengunjung. Pihaknya mencatat, rata-rata pengunjung di semua obyek wisata mencapai 14.000 orang perhari.
"Di semua obyek wisata di bawah naungan koperasi Notowono mengalami penurunan," ujar laki-laki yang akrab dipanggil Ipung ini, Rabu (1/1/2020).
Ipung mengaku belum mengolah data secara lengkap jumlah pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini. Namun secara kasar, Ipung menyebut jika penurunan jumlah pengunjung di semua obyek wisata di kecamatan Dlingo adalah sebesar 7 persen dibanding libur lebaran tahun lalu.
Menurut Ipung, beberapa faktor diduga menjadi penyebab penurunan jumlah pengunjung obyek wisata di kawasan Kecamatan Dlingo. Salah satunya adalah minimnya inovasi yang dilakukan oleh para pengelola masing-masing obyek wisata. Seringkali antara satu obyek wisata yang satu dengan obyek wisata lainnya ada kemiripan sehingga terjadi kejenuhan.
"Memang ada kejenuhan karena yang disuguhkan tak banyak berubah,"tambahnya.
Penyebab lainnya, lanjut dia, pengaturan arus lalu lintas yang dilakukan oleh aparat kepolisian memang tak berpihak pada obyek wisata di kawasan Dlingo. Bus-bus besar tidak diperkenankan turun ke Imogiri dan harus melalui Patuk Gunungkidul. Padahal untuk melalui Patuk dipastikan akan terjebak kemacetan.
Di kawasan Patuk, kini ada destinasi baru yang banyak menghambat arus lalu lintas terutama menuju ke Dlingo. Kondisi jalan yang sempit mengakibatkan pengemudi terutama bus besar kesulitan melintas Dlingo terlebih ketika berpapasan. Hal inilah yang mengakibatkan jumlah pengunjung berkurang.
Baca Juga: Masuk Keajaiban Alam di Dunia, Pesona Tempat Wisata di Bali Ini Luar Biasa
Koordinator pengelola Puncak Becici, Sugandi mengatakan, sejak tanggal 22 hingga 31 Desember 2019 lalu, Puncak Becici dikunjungi setidaknya ada 30.976 orang. Puncak kunjungan terjadi pada tanggal 29 Desember 2019 di mana jumlah pengunjungnya mencapai 4.975 orang. Dan kunjungan paling sedikit justru terjadi pada tanggal 27 Desember 2019 yang hanya sebanyak 1.994 orang.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja
-
Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan
-
Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG