SuaraJogja.id - Iklim politik di Kabupaten Gunung Kidul menjelang hajatan pemilihan kepala daerah Pilkada 2020 mendatang semakin menghangat. Nama-nama bakal calon bupati dan wakil bupati untuk periode 2020-2025 terus bermunculan. Tak hanya dari jalur partai, calon-calon dari jalur independen juga mulai bermunculan.
Komisi Pemilihan Umum kabupaten Gunung Kidul menyebut cukup banyak warga masyarakat yang menanyakan perihal persyaratan untuk maju melalui jalur independen dalam pilkada 2020 mendatang. Bahkan beberapa di antaranya sudah menyerahkan surat ke KPU sebagai bentuk keseriusan mereka.
Komisioner KPU Gunung Kidul, Rohmad Qomarrudin mengungkapkan setidaknya sudah ada tiga pasangan yang menyerahkan surat permohonan untuk bisa mengakses aplikasi calon (Silon). Mereka juga meminta surat rekomendasi agar bisa mengumpulkan dukungan sehingga dapat maju melalui jalur independen dalam pilkada mendatang.
"tiga calon ini meminta username agar bisa mengakses aplikasi Silon," tuturnya, Rabu (8/1/2020).
Komarudin menambahkan jumlah tersebut dimungkinkan bisa bertambah mengingat waktu pendaftaran masih cukup lama. Hanya saja untuk menyerahkan syarat minimal dukungan bagi calon bupati dan wakil bupati yang ingin maju melalui jalur independen akan dilaksanakan tanggal 19 hingga 23 Februari mendatang.
Untuk pendaftarannya sendiri baru dilaksanakan pada tanggal 16 juni hingga 18 Juni 2020. Bagi para bakal calon bupati dan wakil bupati yang ingin maju baik melalui jalur partai ataupun jalur independen dipersilahkan untuk mendaftar di tanggal - tanggal tersebut. Hanya saja syarat minimal memang harus dipenuhi oleh calon bupati dan wakil bupati ini.
"Untuk jalur independen syarat minimal dukungan adalah 45443 orang dan tersebar di 10 kecamatan yang ada di Gunung Kidul,"terangnya.
Salah satu calon yang akan maju melalui jalur independen, Budi Utomo mengakui jika telah mendatangi KPU Gunung Kidul dan menyerahkan surat permohonan rekomendasi agar bisa mengumpulkan dukungan. Beberapa hari yang lalu dirinya bersama dengan pasangannya yaitu Sri Mulyani menyerahkan surat tersebut ke KPU.
"Kami serahkan surat itu agar bisa mengumpulkan dukungan,"ujar mantan Ketua DPRD Gunung Kidul periode 2009-2014 ini.
Baca Juga: Serius Maju Pilkada Gunung Kidul, Rektor UNY Sowan Badingah
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik
-
Perjalanan Merawat Arum Manis Jadul, Kisah UMKM Bertahan di Tengah Harga Bahan Baku yang Melonjak
-
Jangkau 60 Ribu Desa, 1,06 Juta BRILink Agen Dorong Literasi Keuangan Masyarakat
-
Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar