SuaraJogja.id - Polresta Yogyakarta menetapkan dua tersangka dari 10 remaja terduga klitih yang berhasil diamankan, Minggu (12/1/2020). Kedua tersangka tersebut berisinial DB (15) dan DAW (16) yang kedapatan membawa senjata tajam untuk melakukan balas dendam.
Meski hanya menetapkan dua tersangka, delapan anak lainnya berinisial MYP (15), HRT (15), JIP (15), RAS (18), MB (15), MK (5), MGD (16), DYM (18) saat ini masih berada di Mapolresta Yogyakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini membeberkan awal mulanya petugas Polresta Yogyakarta tengah menggelar patroli malam di Jalan Imogiri Barat dan berpapasan dengan dua orang mengendarai motor Scoopy.
"Bermula dari Jalan Imogiri Barat perbatasan antara kota (Yogyakarta) dan Bantul, tim patroli bertemu dengan dua orang mengendarai motor pukul 03.30 wib. Petugas mencurigai dan akan memeriksa tapi pelaku malah kabur ke Selatan. Tim mengejar pelaku dan sebelum diamankan salah satu pelaku melempar petugas dengan botol, namun tidak kena. Tepatnya di simpang empat Ring Road Wojo, petugas menangkap satu pelaku. Satu pelaku sempat kabur dan berhasil diamankan, salah satu pelaku membawa senjata tajam jenis pedang sepanjang lebih kurang 60 sentimeter," kata Armaini saat menggelar konferensi pers di ruang Patriatama, Mapolresta Yogyakarta.
Pengembangan pun dilakukan kepolisian ke rumah tersangka DAW yang tinggal di Kelurahan Kadipaten, Kota Yogyakarta. Setelah diperiksa, polisi menemukan 13 senjata tajam dan juga mendapati delapan anak di rumah tersebut.
Baca Juga: Yogyakarta Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Tiga Kecamatan Ini Terdampak
"Setelah mengamankan dua orang, kami melakukan pendalaman hingga ke rumah DAW di Kadipaten. Jadi ada 13 senjata tajam yang kami temukan namun belum diketahui milik siapa. Hanya saja sajam jenis pedang yang dibawa DAW saat berkendara bersama temannya diakui adalah miliknya. Kami juga mendapati delapan anak berada di rumah tersangka," terang dia.
Armaini melanjutkan, sebanyak 13 sajam tersebut berjenis arit, gear, gunting yang dimodifikasi, linggis, balok kayu, stik pemukul, gergaji, dan botol.
"Saat mendatangi rumah, senjata tajam ini berada di ruang tamu rumah DAW," ungkapnya.
Armaini menyebut bahwa motif tersangka DAW membawa senjata tajam untuk membalaskan dendam. Pasalnya, DAW yang diketahui sebagai anggota Sindikat Elit Tirtonirmolo (Sector) ingin menyerang geng Morenza, salah satu SMK di Yogyakarta.
"Jadi dua pelaku ini akan membalas dendam kepada anggota Morenza. Karena sebelumnya salah satu anggota Sector pernah dilukai oleh Morenza pada bulan November tahun lalu," kata Armaini.
Baca Juga: Marak Jual Beli Daging Bangkai di Gunung Kidul Yogyakarta
DAW, lanjut Armaini merupakan pelaku yang pernah melakukan tindakan perusakan mobil polisi di Wirobrajan pada Oktober 2019.
Berita Terkait
-
Ulasan Buku Jogja Bab Getih dan Klitih, Ketika Kemanusiaan Tergerus Kekerasan
-
Viral Pemotor Knalpot Brong Kabur dari Cegatan Polisi, Endingnya Bikin Puas
-
Seret Sajam Di Jalanan, Gibran Geram Siap Habisi Pelaku Klitih yang Tertangkap
-
Gibran Murka Siap Habisi, Pelaku Klitih yang Viral Seret Pedang di Jalan Ditangkap
-
Anak di Bawah Umur Pelaku Klitih Tidak Bisa Dihukum? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo