SuaraJogja.id - Bersamaan dengan ditahannya Totok Santoso, tim kepolisian dari Polda Jateng bersama Polsek Godean dan perangkat Desa Ngabangan, Selasa (14/1/2020) tengah malam tadi melakukan penggeledahan di kediaman raja Agung Sejagat tersebut di Godean, Sleman.
Niken Puji Lestari yang rumahnya tak jauh dari kediaman Totok mengaku lega, Sebab ditahannya Totok berakhir pula aktivitas di rumah kontrakan pria berusia 42 tahun tersebut.
Menurutnya, aktivitas di kediaman Totok cukup mengganggu dan meresahkan lingkungan sekitar. Ia menyebut sejumlah ritual yang dibarengi dengan membakar sesaji membuatnya tak nyaman.
"Apalagi rumah kami berdekatan, baunya sampai masuk rumah," ungkapnya, Rabu (15/1/2020).
Sementara itu, diketahui rumah dan bangunan tempat tinggal Totok ternyata berstatus kontrak.
Pengurus kontrakannya, Tejo mengatakan bangunan tadi merupakan milik kerabatnya yang dikontrak oleh Totok dan istri. Tak pernah bertemu Totok langsung, Tejo mengaku hanya kerap bertemu anak buah atau pengikut Kerajaan Agung Sejagat (KAS).
"Di sini izinnya untuk angkringan Ambu, tapi karena angkringannya mahal, tidak laku. Warga sini cuek, [Totok] bilangnya ke anggota kalau itu rumahnya dia," tuturnya.
Tejo mengaku heran, kegiatan di rumah tersebut kerap berlangsung pada malam hari dan selesai saat melewati pukul 22.00 WIB.
"Tiap hari buat sesaji itu, pernah buat ternak lele juga," kata dia.
Baca Juga: Geger! Mayat Bergelang PSS Sleman Membusuk di Pantai Alas Purwo
Sementara itu, kerabat pemilik kontrakan, Kristiono menyatakan, Totok dan keluarganya jarang berkomunikasi dengan warga sekitar dan tidak pernah ikut kegiatan desa.
"Kami khawatir, kalau orang yang tidak tahu, dengar omongan pengikutnya, nanti malah bertambah [ramai], tapi untungnya sekarang sudah diamankan orangnya," kata dia.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Izinnya untuk Usaha Angkringan, Rumah Raja Agung Sejagat Kerap Bau Kemenyan
-
Polisi Geledah Kediaman Raja Agung Sejagat di Godean Selama 4 Jam
-
Bikin Penasaran, Begini Penampakan Keraton Kerajaan Agung Sejagat
-
Mirip Lambang Nazi hingga Real Madrid, Logo Kerajaan Agung Sejagat Disorot
-
Polisi Kerahkan Sekitar 25 Petugas Amankan Totok Si Raja Agung Sejagat
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY