Pihaknya berharap, musibah seperti pohon tumbang hingga memakan korban tak lagi terjadi. Dia berharap, dinas terkait bisa lebih ketat mengontrol pohon-pohon yang ada di sekitar jalan dengan intensitas cukup tinggi dari kendaraan yang melintas.
"Itu memang bencana, tidak ada angin dan hujan tiba-tiba pohon ambruk. Harapannya dinas terkait bisa mengontrol lebih ketat. Cukup sekali saja peristiwa ini terjadi," katanya.
Kapolsek Gamping Kompol Sudaryo menjelaskan, insiden terjadi dekat dengan Santi Mebel, Gamping. Pihaknya mencatat, terdapat enam korban yang ada saat pohon tersebut tumbang.
"Ada enam korban pada peristiwa itu. Ada satu korban yang sedang hamil. Mereka langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saat itu tim BPBD dan polisi langsung membantu korban dan memotong pohon karena sempat menutup jalan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank