Andi mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan pembersihan, warga Bantul yang sawahnya diairi dari irigasi di Kampung Mrican sempat menolak. Pasalnya, pembersihan tersebut bisa mengganggu pengairan.
"Sebelumnya dapat penolakan dari warga Bantul, tapi akhirnya kami mediasi dan memberikan gambaran dari rencana kami. Saat itu kami coba dan warga Bantul tidak pernah protes sampai sekarang. Hal ini memang untuk kebaikan bersama," jelas dia.
Kali ini kawasan kumuh tersebut menjadi salah satu pilihan masyarakat Kota Yogyakarta untuk berlibur. Selain irigasi yang bersih dengan ratusan ikan nila yang hidup di air irigasi itu, warga juga membangun mainan ramah anak di sebelah aliran irigasi. Bahkan pot tanaman serta akses jalan dicat berwarna-warni untuk menarik masyarakat berkunjung.
Seorang pengunjung asal Bantul, Silvia (34), menjelaskan, pihaknya mengetahui lokasi wisata tersebut dari rekannya yang pernah mengunjungi Kampung Mrican. Bersama anaknya, mereka sengaja mengisi hari libur untuk berwisata.
"Saya tahunya dari teman bahwa ada sungai bagus yang bisa digunakan untuk berlibur. Jadi kami bisa memberi makan ikan dan mengajak anak-anak bermain di taman yang ada. Yang menarik adalah kondisi sungai yang bersih. Apalagi ikan-ikannya terlihat sehat," ungkap Silvi.
Tak hanya Silvi, seorang warga Yogyakarta, Anton Budiarto (38), tak menyangka ada sungai yang cukup bersih di Jogja. Pasalnya, selama dia berkunjung ke beberapa kampung di Jogja, sungai yang mengalir tak terurus dan hanya sebagai sungai biasa.
"Di sini berbeda, jadi masyarakatnya cukup peduli bahwa sungai atau irigasi ini perlu diperhatikan. Uniknya, mereka bisa memanfaatkan untuk pemberdayaan mereka sendiri. Tadi saya lihat mereka makan bersama-sama dengan ikan yang mereka budidayakan di sana," ungkap Anton.
Lurah Giwangan Anggit Syafruddin menerangkan bahwa Kampung Mrican menjadi target pemerintah untuk mengentaskan kawasan kumuh, sehingga program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) masuk ke kampung setempat untuk mengubah kampung menjadi lebih bersih.
"Sebelumnya memang banyak tumpukan sampah di sini. Bahkan orang enggan memberi perhatian ke lokasi ini. Nah saat itu pemerintah datang membersihkan dan membenahi kawasan tersebut. Setelah selesai, masyarakat berinisiatif bahwa lokasi ini tak berhenti hanya sampai pembenahan lokasi. Karena melihat ada potensi, yaitu aliran irigasi yang bisa dimanfaatkan, akhirnya warga berembuk dan menjadikan lokasi ini sebagai kawasan wisata," terang Anggit.
Baca Juga: Jack Grealish Siap Terima Pinangan Manchester United pada Musim Panas 2020
Ide yang tercetus dari para pemuda ini, lanjut Anggit, dapat menjadi percontohan kampung lainnya untuk memberdayakan atau mengubah lokasi tempat tinggalnya menjadi lebih indah, sehingga generasi muda dapat memberikan manfaat untuk anak cucunya ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
Terkini
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan
-
Raih 333 Medali di SEA Games 2025, Atlet Indonesia Diperkuat Literasi Keuangan
-
Waspada Penipuan Menggunakan Suara Soimah, Korban Dijanjikan Hadiah Rp100 Juta
-
Maling Anjing di Lereng Merapi Sleman Menyerahkan Diri, Kasus Berakhir Damai di Polsek