SuaraJogja.id - Melalui festival tahunan Jogja Heboh 2020, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PHRI DIY) berharap paket wisata murah dari acara ini, yang akan diselenggarakan 1 Februari-29 Maret 2020, mampu mendongkrak okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Yogyakarta, yang hingga saat ini masih rendah.
"Meski kami tidak menargetkan, harapannya naik 10 persen dengan adanya Jogja Heboh," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono pada ANTARA di Yogyakarta, Jumat (31/1/2020).
Menurut Deddy, saat ini okupansi hotel masih masuk low season atau musim sepi kunjungan, yang biasanya berlangsung hingga Maret, dengan rata-rata 45-55 persen kunjungan.
Selain itu, kata Deddy, kegiatan wisata Meeting, Incentive, convention, Exhibition (MICE), yang biasanya menjadi andalan hotel di Yogyakarta, juga masih belum banyak diselenggarakan instansi pemerintahan atau BUMN, baik dalam bentuk kegiatan pertemuan maupun pameran.
Karenanya, ia berharap, Jogja Heboh 2020, yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, dapat menstabilkan okupansi dan mendongkrak kunjungan wisata di Yogyakarta melalui paket perjalanan wisata murahnya.
"Saat ini low season. Namun kami hanya berharap, event ini paling tidak bisa menstabilkan okupansi agar tidak terlalu anjlok," ujar Deddy.
Diberitakan SuaraJogja.id sebelumnya, Sekretaris II Panitia Jogja Heboh 2019 Mamad menerangkan, Jogja Heboh merupakan acara kolaborasi antara lima kabupaten/kota di DIY yang digelar untuk mengisi low season selama Januari-Maret. Untuk itu, akan ada banyak diskon yang diberikan kepada masyarakat dan wisatawan, mulai dari kuliner, hotel, hingga transportasi menuju Jogja.
"Mal-mal, hotel-hotel, dan kereta api akan memberi banyak diskon. Ini diberikan untuk memancing wisatawan agar berdatangan ke Jogja selama low season," terang Mamad.
Jogja Heboh 2020 akan dibuka Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X pada Minggu (2/2/2020) di kawasan wisata Tebing Breksi Sleman. Beragam bazar produk UMKM dan kuliner akan meramaikan pembukaan tersebut. Ada sekitar 40 UMKM yang akan menyajikan makanan jadul.
Baca Juga: Siapkan Lokasi Evakuasi WNI di Hanggar Bandara Natuna, Ini Penampakannya
"Nanti juga disediakan stand Kopi Merapi. Seluruh transaksi pembayaran diharapkan cashless atau menggunakan aplikasi," ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman Pustopo saat jumpa pers di Pemkab Sleman, Jumat (31/1/2020).
Ia mengatakan, Sultan dan seluruh bupati dijadwalkan menghadiri pembukaan Jogja Heboh 2020. Bahkan, Sultan akan mendemonstrasikan pembayaran nontunai di stand Kopi Merapi dengan aplikasi Jogja Kita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda