Underpass Kulur sampai saat ini memang menjadi pekerjaan rumah besar Pemerintah Kulonprogo. Sebab berdasarkan keterangan warga sekitar, underpass Kulur selalu tergenang setiap musim penghujan tiba. Sejak 10 tahun lalu underpass ini dibangun, belum ada solusi konkrit dari pemerintah untuk mengatasi genangan air di underpass tersebut.
"Tidak hanya ketika musim penghujan, musim kemarau kalau saluran air Kalibawang meluap, underpass ini juga tergenang," tutur Karno, warga sekitar.
Lelaki yang juga mengetahui peristiwa tenggelamnya dua anak Sabtu kemarin ini mengatakan pada saat peristiwa yang menewaskan dua anak tersebut, ada genangan air setinggi 3 meter. Genangan tersebut sudah ada sejak 3 minggu yang lalu dan belum diatasi oleh pemerintah.
Bahkan, akibat genangan yang tak kunjung surut tersebut, underpass yang berada di dekat Pasar Cikli, Kelurahan Kulur Kepanewonan Temon ini menjadi destinasi wisata musiman. Dan untuk mencegah jatuh korban, warga sekitar sudah melarang agar pengunjung tidak mandi di underpass tersebut.
"Sebenarnya sudah ada larangan. Tetapi sering pada ngeyel," tambahnya.
Tewasnya dua pelajar di underpass Kulur nyatanya juga mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Kabupaten Kulonprogo. Mereka meminta kepada pemerintah Kabupaten untuk bergerak cepat menyelesaikan persoalan underpass Kulur sebelum jatuh korban jiwa bertambah.
Ketika mengunjungi underpass Kulur, Minggu (23/2/2020), para anggota legislator ini menyoroti sejumlah hal dan meminta kepada pemerintah Kabupaten segera melakukan perbaikan di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) DIY.
"Kami ingin kejelasan terkait penyelesaian jalan underpass Kulur. Jangan sampai ada korban jiwa lagi," tutur Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Nur Eny Rahayu di sela kunjungan ke underpass Kulur, Minggu (23/2/2020).
Menurutnya, tindakan jangka pendek untuk mengatasi permasalahan underpass Kulur adalah perlu adanya tindak lanjut pengamanan. Tindakan cepat perlu dilakukan supaya tidak memakan korban jiwa seperti peristiwa Sabtu (22/2/2020) kemarin.
Baca Juga: Berhenti di Lampu Merah, 3 Mobil Kecelakaan Beruntun di Kulonprogo
Jika DPUPESDM DIY tidak ada tindaklanjut, maka pihaknya menyarankan DPUPKP Kulonprogo untuk segera bertindak. Dinas tersebut dapat menggunakan anggaran biaya tidak terduga (BTT). Biaya tak terduga tersebut sebenarnya untuk mengatasi persoalan kebencanaan.
"Harus segera, bisa gunakan BTT yang ada," tambahnya.
Ia juga meminta DPUPESDM DIY mengevaluasi kembali pipa yang ada di penampungan air yang digunakan untuk mengalirkan air keluar underpass. Seharusnya menggunakan pipa berdiameter 12 inci yang mampu mengalirkan air lebih banyak lagi.
Dari laporan warga, lanjutnya, ternyata saluran yang digunakan untuk menampung air setelah disedot dari underpass saat ini lebih rendah sehingga air yang dipompa kembali lagi. Seharusnya saluran tersebut letaknya lebih tinggi di sekitar rumah pompa.
"Untuk pompa air harus diganti yang besar kapasitasnya. Listriknya juga dinaikkan, paling tidak 43.000 Watt," kata Eny.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Yuli Yantoro menambahkan, selama masih ada air maka akan membahayakan masyarakat. Untuk mengeringkan air di underpass Kulur membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Oleh karenanya, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPUPKP Kulonprogo mencari solusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara