SuaraJogja.id - Bronjong Sungai Serang di RT 49 RW 22, Pedukuhan Kedungpring, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo ambles, Jumat (6/3/2020). Bronjong sepanjang 50 meter dengan ketinggian tujuh meter tersebut berfungsi sebagai pelindung tanggul Sungai Serang.
Amblesnya bronjong itu diketahui oleh Ruslan (60), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Saat itu ia sedang bersantai di teras rumahnya setelah melakukan salat subuh. Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 5.00 WIB.
"Tadi sempat mendengar suara gemuruh dan juga kerasa getarannya saat nongkrong di depan rumah. Terus saya lihat, ternyata kaline jebol," kata Ruslan saat ditemui awak media di lokasi.
Ia menungkapkan bahwa cuaca saat itu sedang tidak hujan. Dari keterangan yang didapat, penyebabnya debit air pada Kamis (5/3/2020) cukup tinggi setelah hujan sehari penuh sejak Rabu (4/3/2020), sehingga mengakibatkan bronjong ambles.
"Kemarin tidak bisa longsor begini karena air belum surut kan ada air buat penahannya. Nah sekarang air sudah surut bronjong ikut ambles," imbuhnya.
Total panjang bronjong yang dibangun di kawasan tersebut mencapai 100 meter. Sementara, yang ambles sepanjang 50 meter dengan kedalaman hingga tujuh meter.
Kondisi bronjong sendiri masih belum lama dibuat. Sedangkan, peristiwa amblesnya bronjong ini ternyata bukan kali pertama terjadi dan durasinya pun cukup berdekatan sejak kejadian ambles pertama.
Selain bronjong yang rusak, badan tanggul yang terbuat secara alami dari tanah itu juga mengalami longsor. Imbasnya, lebar di titik tertinggi tanggul, yang semula berkisar dua meter dan biasa digunakan warga sebagai jalan alternatif, kini tidak bisa dilewati.
Tanggul tersebut sebenarnya berfungsi untuk menghalau aliran Sungai Serang yang kerap meluap hingga menggenangi permukiman penduduk saat musim penghujan. Apabila tidak segera dibangun bronjong baru, dikhawatirkan tanggul tersebut bisa jebol.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Banjarnegara Dikelilingi Longsor, Ini Lokasinya
Ditemui di lokasi yang sama, Penanggung Jawab (PJ) Lurah Giripeni Parmin menyatakan akan segera melaporkan peristiwa ini kepada BBWSSO dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo selaku instansi yang terlibat langsung dalam pembangunan bronjong tersebut.
"Akan segera kami laporkan, dan kami harap dalam pembangunan nanti, bisa lebih memperhitungkan konstruksi dan kekuatan bronjongnya, kejadian pertama terjadi baru dua bulan yang lalu, sekarang sudah ambrol lagi," ujarnya.
Di samping itu, pihaknya juga akan melaporkan hal ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo. BPBD diharapkan bisa memberikan bantuan karung pasir guna membangun tanggul sementara.
"Pemerintah Kalurahan dan Pedukuhan Kedungpring nanti akan disiapkan untuk berjaga-jaga semampunya dan tentunya untuk swadaya mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan selanjutnya," imbuhnya.
Hal ini perlu untuk segera ditangani karena jika sampai jebol kemungkinan untuk terjadi banjir cukup tinggi. Tidak hanya Giripeni saja yang akan terdampak, tapi juga kalurahan lain seperti Bendungan, atau bahkan kapanewon tetangga seperti Panjatan.
Berita Terkait
-
Rocky Gerung Sarankan Anies Baswedan Lawan Bully Pakai TikTok
-
Banjir hingga Longsor, 33 Bencana Dampak Hujan Lebat Landa Kulon Progo
-
Diguyur Hujan Semalaman, Sejumlah Wilayah di Bantul Longsor Hingga Banjir
-
Penahan Longsor di Serangan Mulai Rusak, Warga Minta Pemerintah Tanggap
-
Banjir Rendam Kelas, Kegiatan Sekolah di Kulon Progo Terganggu
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Group Buka Pegadaian di Timor Leste, Perluas Layanan UMi
-
BRI Salurkan Banknotes SAR 152,49 Juta untuk Haji 2026, 203.320 Jemaah Bisa Gunakan di Tanah Suci
-
BRI Permudah Investasi Lewat Cicil Emas BRImo, Proses 60 Detik
-
Belum Berlaku Pekan Ini, Pemkab Sleman Masih Sinkronkan Jadwal WFH dengan Instansi Vertikal
-
#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Dukung Jurnalisme Berkualitas