SuaraJogja.id - Pergerakan tanah masih terus terjadi setelah longsor melanda bukit setinggi 30 meter yang berlokasi di Dusun Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (6/3/2020) lalu. Warga untuk sementara waktu masih tetap mengungsi jika terjadi hujan.
Meskipun sudah tidak ada hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, pergerakan atau retakan tanah di daerah sekitar longsor masih terus terjadi. Terdapat sekitar 2 meter tanah yang sudah turun lagi di atas sebelah utara titik longsor dan 2 meter retakan yang mendekati rumah warga.
"Pengungsi tetap beraktivitas seperti biasa jika kondisi cerah seperti ini. Namun jika hujan, mengungsi. Pak Santoso masih bisa beraktivitas di rumah, sedangkan kalau yang Pak Joko sekeluarga rumahnya memang sudah tidak bisa dihuni karena jebol," kata Kepala Dusun Sabrang Kidul Parsuki, Senin (16/3/2020).
Ia menuturkan bahwa terkait dengan relokasi sendiri, ia belum bisa memastikan rencana tersebut. Setelah jalan lingkungan dibedah, kata dia, nanti akan diteliti lagi oleh pihak berwenang. Saat ini, menurut keterangan Parsuki, meski belum pasti, tetapi persiapan untuk relokasi telah dilakukan.
Hingga saat ini data pengungsi masih sama seperti sebelumnya. Ada tiga KK yang harus mengungsi, masing-masing adalah keluarga Joko Yuwono (4 jiwa), Santoso (3 jiwa), dan Suparlan (4 jiwa). Tidak terdapat kebutuhan yang mendesak terkait pengusi sendiri.
Pihak pedukuhan mengharapkan bantuan lebih untuk mengatasi kejadian ini. Sampai saat ini sudah ada satu alat berat dan satu truk yang dikerahkan untuk meratakan serta membuang tanah longsor tersebut.
"Kalau pedukuhan kita karena memang saking besarnya dan banyaknya material longsor, justru kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali ikut mengamankan sekitar, seperti barang-barang atau mungkin kegiatan masyarakat saat membersihkan lokasi sekitar setelah dikerjakan. Kalau yang lainnya tidak bisa. Kita mencoba membuang tanah yang di bawah, kan harapan pemerintah mau digunakan untuk relokasi rumah Pak Joko, tapi ternyata satu truk yang dikerjakan 25 orang masih kewalahan, jadi kita minta bantuan lagi untuk alat berat supaya bisa meratakan tanah. Kalau masyarakat saja rasanya tidak mampu," imbuhnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo masih menunggu hasil kajian Fakultas Geologi UGM terkait kondisi tanah perbukitan di Dusun Sabrang Kidul,yang longsor beberapa waktu lalu.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulon Progo Hepy Eko Nugroho mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penelitian untuk tindak lanjut yang harus dilakukan.
Baca Juga: Hoaks, Abaikan Saran Tahan Napas 10 Detik untuk Cek Virus Corona
"Tim dari UGM sudah survei lokasi dari 12 Maret, tapi masih proses olah data," ujar Hepy, Senin.
Hasil kajian tersebut nantinya menjadi landasan BPBD Kulon Progo untuk menentukan langkah selanjutnya. Ada dua opsi yang mungkin dilakukan. Pertama, merelokasi tempat tinggal warga yang masuk zona merah atau kawasan paling rawan terancam longsor, dan opsi kedua, membenahi kondisi lahan yang longsor.
Berita Terkait
-
Ambrol karena Cuaca Buruk, Bangket Talut Program TMMD Tetap Akan Dibangun
-
Cegah Corona, Polres Kulon Progo Bersihkan Stasiun Wates
-
Lewati Underpass YIA, Motor Supri Tiba-tiba Terbakar Hingga Hangus
-
Jadi Pemicu Klitih, Miras Dimusnahkan Satpol PP Kulon Progo
-
Mitigasi Sebaran Virus Corona, Dinkes Data Wisatawan yang ke Kulon Progo
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro
-
CGV Arthouse Hadir di Yogyakarta, Film Kuldesak hingga Perfect Days Siap Tayang Bulan Depan
-
Tak Sekadar Soal Reformasi 1998, Laut Bercerita Angkat Duka Keluarga Korban Penghilangan Paksa
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga