SuaraJogja.id - Sejumlah pengusaha warung makan 24 jam atau warung bubur kacang ijo (burjo) mengaku mulai terdampak diliburkannya sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta (PTS dan PTN) di Yogyakarta akibat virus corona. Pendapatan sehari-harinya mulai turun hingga merugi hampir 50 persen.
Salah seorang pedagang burjo di Jalan Gayam, Baciro, Umbulharjo, Yogyakarta, Jani (34), membeberkan bahwa jumlah pembeli yang rata-rata mahasiswa tak banyak terlihat berbelanja di warung makannya.
"Sejak Senin (16/3/2020) sampai sekarang [Rabu] memang jumlah pembelinya berkurang. Ada beberapa mahasiswa yang datang, tapi tidak banyak," kata Janu, ditemui SuaraJogja.id di warung setempat, Rabu (18/3/2020).
Jani menuturkan, sejak mendengar maraknya penyakit COVID-19 hingga sejumlah perguruan tinggi di Yogayakarta libur, pria asal Bandung ini cukup khawatir akan nasib bisnis yang dia lakoni.
"Saat corona santer diberitakan memang saya biasa saja. Namun saat ada yang positif hingga beberapa universitas libur, baru kami cukup khawatir karena imbasnya ke usaha ini," kata dia.
Jani mengaku, dalam sehari dirinya bisa meraup Rp600 ribu dari hasil jualannya. Namun, tiga hari belakangan, dalam sehari ia hanya mengantongi Rp300-400 ribu.
"Turunnya juga cukup banyak ya, karena pembeli kami yang kebanyakan mahasiswa ada yang pulang. Padahal perkuliahan masih berjalan. Karena maraknya virus ini jadinya pembeli was-was," kata dia.
Disinggung kebersihan makan dan cara pengolahannya, Jani menuturkan bahwa semuanya sudah dijaga dengan baik.
"Ada sejumlah orang yang khawatir karena makan di luar cukup berbahaya. Apalagi pemerintah meminta warga untuk tidak keluar rumah. Mungkin beberapa mahasiswa memilih memasak daripada membeli," katanya.
Baca Juga: Cerita Gloria Jalani Isolasi Mandiri: Makan Diantar hingga Tidur Dipisah
Salah seorang pedagang lain, Syafrudin, menjelaskan, dirinya hampir kehilangan 50 persen pendapatan selama berjualan tiga hari ini.
"Biasanya sehari bisa dapat Rp800 ribu. Sekarang, untuk dapat Rp400 saja sulit," terang dia.
Pihaknya berharap wabah virus corona segera berakhir. Selain itu, ia merasa keberatan dengan kebijakan universitas untuk meliburkan mahasiswa selama 14 hari.
"Jika memang libur jangan sampai dua pekan. Harapannya cukup satu pekan saja, sehingga Senin depan usaha kami bisa kembali normal," katanya.
Hingga kini, dua pasien di DI Yogyakarta dipastikan positif COVID-19. Berdasar rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY, 24 pasien telah menjalani pemeriksaan. Rinciannya, 14 pasien dipastikan negatif, delapan pasien dalam pengujian laboratorium, sementara 2 pasien positif COVID-19.
Berita Terkait
-
Cerita Gloria Jalani Isolasi Mandiri: Makan Diantar hingga Tidur Dipisah
-
China Sebut Obat Flu Pabrikan Jepang Efektif Lawan Corona Covid-19
-
Pegawai WFH karena Corona, KPK: Jika Ada Panggilan Harus Segera ke Kantor
-
Keluarkan Surat Edaran Cegah COVID-19, Walkot Jogja Beri 4 Imbauan Ini
-
Pandemi Corona Covid-19, Ahli Sarankan Wanita Jangan Program IVF Dulu!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun
-
BRI Group Buka Pegadaian di Timor Leste, Perluas Layanan UMi
-
BRI Salurkan Banknotes SAR 152,49 Juta untuk Haji 2026, 203.320 Jemaah Bisa Gunakan di Tanah Suci
-
BRI Permudah Investasi Lewat Cicil Emas BRImo, Proses 60 Detik
-
Belum Berlaku Pekan Ini, Pemkab Sleman Masih Sinkronkan Jadwal WFH dengan Instansi Vertikal