Pihaknya juga mengutamakan kualitas dalam tiap detil produknya, seperti tipe masker dengan tali karet yang dibuat karena praktis jika digunakan oleh laki-laki, sedangkan masker dengan tali kain untuk kalangan hijaber.
Bahannya pun dari kain katun premium yang harganya memang sudah cukup mahal dipasaran, dan kain olahan perca yang dimodifikasi sedimikian rupa agar menarik.
Sejauh ini, kain penutup mulut dan hidung tersebut ia pasarkan hanya melalui online, baik di media sosial facebook, instagram maupun medsos lainnya.
Model masker unik itu nyatanya cukup laku di pasaran, sudah banyak daerah seperti Jakarta, Batam, dan lainnya sudah memesan masker kain miliknya. Terhitung, sudah lebih dari 5000 masker terjual sejak pertama kali produksi hingga saat ini.
Adapun harga yang dipatok sebesar Rp5.000 untuk satu buah masker berbahan kain perca, Rp8.000 bahan katun dengan tali kain, dan Rp10.000 bahan katun dengan tali karet.
Dengan usaha ini, Widya tidak hanya sekadar berupaya menjaga kelangsungan usahanya, tapi juga sekaligus memberdayakan belasan emak-emak di lingkungan rumahnya. Sebanyak kurang lebih 12 perempuan yang mayoritas adalah ibu rumah tangga itu ia pekerjakan menjadi penjahit masker.
"Sebagian ada yang jahit di rumah masing-masing, sisanya kami minta jahit di sini [outlet Widya Pernik]," ucap Widya.
Ketika ditanya mengenai kedepannya akan seperti apa, Widya mengatakan bahwa pihaknya ingin tetap konsisten dalam menjaga ciri khas unik yang sudah mereka bangun. Dibarengi dengan kualitas yang tetap bahkan meningkat.
"Saya melihat ketika pasar itu ada permintaan yang tinggi produsen pun akhirnya berani bermain, kalau saya pengennya tetep mempertahankan apa yang saya punya dengan kualitas yang tetap dengan cara yang berbeda, saya engga jual yang pasaran, saya membuat yang spesifik, misalnya dengan intansi yang membutuhkan di lahan-lahan yang tidak dikerjakan orang lain, seperti ada pesanan menggunakan model tertentu, dengan sablon, warna khusus dan sebagainya, saya kerjakan yang seperti itu," tegasnya.
Baca Juga: Sebut di Daerah Tak Ada Karantina Wilayah, Jokowi: Lockdown Itu Apa Sih?
Sari Mega Leli (35), salah satu orang yang kebetulan datang untuk membeli masker kain milik Widya itu, mengaku tertarik dengan model masker bikinan Widya Pernik. Menurutnya masker kain beraneka motif itu selain bisa mencegah penularan corona juga enak dipandang mata.
"Bagus sih, jarang ada masker seperti ini, apalagi kondisi sekarang yang langka masker, dan di sini ada banyak stok serta pilihan motif, jadinya gak bingung kalau cari masker," ujar perempuan asal Sentolo tersebut.
Berita Terkait
-
Dampak Corona: Tukang Parkir Ini Tetap Bertugas Meski Parkiran Sepi
-
Cerita Driver Ojol Ditengah Wabah Corona, Jual Masker Demi Penuhi Kebutuhan
-
Darurat Corona, Polisi Beri Dispensasi Pembebasan Denda Pajak Kendaraan
-
Warga Jakarta Bakal Dapat Masker Gratis, Anies: Harus Pakai Tiap Hari
-
Hanya Bermodal Hafal Alfatihah, Warga Cilegon Bisa Dapatkan Masker Gratis
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
3 Rekomendasi MPV Bekas Rp50 Jutaan, Siap Angkut Keluarga Besar dengan Nyaman Saat Mudik Lebaran!
-
PSIM Yogyakarta Rekrut Jop van der Avert, Pernah Hadapi Van Gastel di Liga Belanda
-
Menjelang Ramadan 2026, Ini Panduan Puasa Qadha dan Doa Buka Puasa yang Perlu Diketahui
-
Tren Kasus DBD di Kota Yogyakarta Menurun, Pengendalian Tetap Jadi Prioritas
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi