SuaraJogja.id - Perkembangan virus corona baru atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang tidak kunjung menunjukkan tren penurunan membuat pemerintah Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk di rumah saja. Apabila terdapat agenda yang memaksa harus keluar rumah, maka dianjurkan untuk menggunakan masker baik bagi yang sehat maupun sakit.
Bahkan, dengan perkembangannya saat ini, banyak wilayah baik kota maupun kabupaten di Indonesia yang mulai mengajukan untuk melakukan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayahnya.
DI Yogyakarta menjadi salah satu daerah dengan rasio kematian tinggi diantara daerah lain di Indonesia, yakni mencapai 10,9%. Hingga hari Sabtu (18/4/2020) berdasarkan data dari Humas Pemda Jogja, terdapat 67 pasien positif corona, 636 pasien dengan pengawasan (PDP) dan 3672 orang dengan pengawasan (ODP) dengan 315 diantaranya telah dinyatakan sembuh serta 19 orang meninggal.
Namun, dengan perkembangan tersebut ternyata tidak membuat semua orang untuk lebih waspada. Seperti yang baru-baru ini disampaikan akun twitter Tim SAR Baron @SARSATLINMAS tentang adanya rombongan pesepeda yang berusaha masuk ke Objek Wisata Paralayang Watugupit, padahal kawasan tersebut sedang tutup sementara.
"Rombongan pesepeda yang berusaha menerobos ke Obyek Wisata Paralayang Watugupit diminta untuk putar balik. Hal ini dilakukan sbg bentuk keseriusan untuk memutus penyebaran Covid-19. Kepada masyarakat kami harap bisa mengerti. #dirumahaja," tulis @SARSATLINMAS dalam twitternya, Sabtu (18/4/2020).
Sontak saja tingkah warga yang tidak taat ini membuat netizen jagat twitter geram. Salah satunya akun @Hadde1010 yang menyoroti rombongan pesepeda tersebut tidak menggunakan masker.
"Gemes ketemu orang kaya gini, mending kalo pake masker. Haha hihi gak pake mikir. Nanti kalo sakit, bingung," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan warganet lain, akun @erykuz_p yang menyayangkan tingkah dari sekelompok orang tersebut.
"Nah,betul kui. Kalo sampe wisata paling cuma foto-foto upload bla bla bla," katanya.
Baca Juga: Pura-pura Jadi Dukun, 3 Emak-emak Komplotan Penipu Beraksi di Banjarmasin
Tidak sedikit pula yang memuji langkah Tim SAR yang mengusir rombongan tersebut. Kini, unggahan akun @SARSATLINMAS sudah disukai ratusan orang.
"Terima kasih @SARSATLINMAS sudah tegas terhadap mereka yang masih ngeyel seperti mereka, contoh orang-orang yang tidak displin, tidak pakai masker dan helm pula," tulis @Indrajant.
Berita Terkait
-
Bermula dari Klinik, 6 Pegawai Puskesmas di Padang Terjangkit Virus Corona
-
Seperti China, WHO Perkirakan Berbagai Negara Akan Revisi Kematian Covid-19
-
Modal Rp 1 Juta, Ini 18 Pelatihan Online Ruangguru untuk Kartu Prakerja
-
25 Anak di Pusat Penahanan Remaja Virginia Positif Covid-19
-
Tak Hanya Paru-Paru, Covid-19 Juga Merusak Ginjal dan Berbagai Organ Lain
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
Terkini
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun
-
BRI Group Buka Pegadaian di Timor Leste, Perluas Layanan UMi
-
BRI Salurkan Banknotes SAR 152,49 Juta untuk Haji 2026, 203.320 Jemaah Bisa Gunakan di Tanah Suci
-
BRI Permudah Investasi Lewat Cicil Emas BRImo, Proses 60 Detik
-
Belum Berlaku Pekan Ini, Pemkab Sleman Masih Sinkronkan Jadwal WFH dengan Instansi Vertikal