- Pencurian dua tabung gas 3 kg di Yogyakarta pada Minggu dini hari (22 Februari 2026) digagalkan warga.
- Pelaku berhasil dihantam stik golf oleh warga saat mencoba melarikan diri setelah gagal mencuri.
- Dua pelaku berinisial AA dan MY diamankan warga di Suryowijayan sebelum diserahkan kepada polisi.
SuaraJogja.id - Peristiwa pencurian tabung gas elpiji 3 kg (gas melon) yang terjadi di Yogyakarta pada Minggu dini hari (22 Februari 2026) baru-baru ini menghebohkan masyarakat.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian ini langsung menjadi viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Instagram @jogja_admin.
Dalam video tersebut, pelaku yang mencoba mencuri dua tabung gas berhasil digagalkan oleh warga setempat yang kemudian menghajarnya dengan stik golf. Berikut adalah 7 fakta menarik yang perlu Anda ketahui tentang kejadian tersebut.
1. Terekam CCTV, Maling Gas Dihantam Stik Golf
Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan seorang pria yang mengenakan jaket dan topi berusaha mencuri dua tabung gas 3 kg.
Ketika ia hendak kabur, seorang warga yang sudah mengawasi gerak-geriknya langsung menghampiri dan menghantamkan stik golf yang dibawanya ke tubuh pelaku.
Hantaman itu membuat pelaku terjatuh dan akhirnya meninggalkan barang curiannya. Video ini terekam dengan jelas, memperlihatkan kegagalan aksi pencurian yang berakhir memalukan bagi pelaku.
2. Reaksi Cepat Warga, Maling Dikepung
Setelah dihantam dengan stik golf, pelaku yang panik berusaha melarikan diri. Namun, warga yang sudah siap siaga langsung mengepungnya.
Baca Juga: Geger! Mahasiswi Dibegal Payudara di Bantul, Pelaku Dikejar Warga hingga Tertangkap
Mereka memblokir pelarian pelaku dari berbagai arah, membuatnya terjebak tanpa bisa kabur. Pelaku yang panik akhirnya hanya bisa pasrah sebelum dikeroyok massa yang geram. Warga kemudian menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian yang datang ke lokasi kejadian.
3. Korban Pardiyo Memantau CCTV Sebelum Kejadian
Pardiyo (59), pemilik rumah yang menjadi sasaran pencurian, merasa curiga sejak beberapa malam sebelumnya. Pada pukul 23.30 WIB, ia memantau rekaman CCTV dan melihat seseorang yang bolak-balik di sekitar rumahnya.
Kejadian ini menimbulkan kecurigaan karena sebelumnya ia pernah kehilangan tabung gas 3 kg. Merasa khawatir, Pardiyo segera memberitahu warga sekitar untuk membantu memantau lingkungan.
4. Koordinasi Warga untuk Mengawasi Lingkungan
Menyadari adanya potensi pencurian, Pardiyo bersama warga sekitar berkoordinasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga yang berada di jalan melakukan pengawasan, sementara Pardiyo memeriksa area semak-semak dekat rumah, namun tidak menemukan aktivitas mencurigakan. Pada malam tersebut, mereka bekerja sama untuk memantau dengan lebih baik, yang akhirnya membuahkan hasil. Coordinasi yang solid antara warga berhasil menggagalkan upaya pencurian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais