- Dua kakak beradik, Arta (16) dan Rizki (10), mencari rongsokan di bantaran Kali Gajah Wong sejak pandemi untuk menyambung hidup.
- Arta mengajari adiknya baca tulis dan hitung di sela waktu kerja meskipun dirinya berhenti sekolah dasar demi membantu ayah.
- Keluarga ini hidup bergantung pada penghasilan tidak menentu dari barang bekas, sambil menunggu janji bantuan pendidikan yang belum terealisasi.
SuaraJogja.id - Di balik hiruk-pikuk perbatasan Banguntapan dan Giwangan, tepatnya di bantaran kali Gajah Wong, dua kakak beradik menghabiskan masa remaja mereka dengan cara yang berbeda.
Ketika anak-anak lain seusia mereka bersekolah, ada Juni Arta Dwi Prasetyo (16) dan adiknya, Rizki Dwi Prasetyo (10), setiap harinya menyusuri jalanan bahkan sungai. Namun bukan untuk bermain, melainkan mengais barang bekas demi menyambung hidup.
Rutinitas Arta dan Rizki bermula ketika pandemi COVID-19 melanda. Kala itu, ketiadaan fasilitas belajar daring, kondisi ekonomi yang menghimpit serta kepergian sang ibu memaksanya keluar dari bangku sekolah.
Niat Bantu Keluarga
Arta mengenang kembali momen ketika ia memutuskan untuk berhenti mengejar ijazah SD demi membantu ayahnya, Susilo (58) usai sang ibu berpulang. Keinginan itu muncul murni dari rasa empati melihat perjuangan sang ayah sendirian.
"Bilang ke bapak 'uwis pak, nggak usah lanjut sekolah. Nek aku wis gede pak, aku tak golek rongsok wae' (udah pak, nggak usah lanjut sekolah, aku sudah besar, aku cari rongsok saja)," kata Arta mengulangi ucapan kepada sang ayah kala itu saat ditemui di rumahnya, Selasa (24/2/2026).
Tak hanya Arta, sang adik, Rizky, yang baru berada di jenjang TK, akhirnya ikut terjun ke jalanan. Arta mengaku sang adik enggan bersekolah karena ingin terus bersamanya.
"Lha dulu saya nggak mau sekolah terus adik diajakin sekolah juga ikut-ikutan sama saya, nggak mau sekolah juga gitu. Jadi sampai sekarang ya kayak gini, cari rongsok berdua," ucapnya.
Edukasi di Tengah Keterbatasan
Baca Juga: JPW Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru SLB di Jogja, Minta Percepat Proses Hukum
Meski tidak lagi mengenyam pendidikan formal, Arta tidak membiarkan adiknya buta huruf. Di sela waktu istirahat atau setelah selesai bekerja, ia dengan telaten mengajari Rizki dasar-dasar pengetahuan yang seharusnya didapat di bangku sekolah.
"Saya juga dikit-dikit ajarin adik baca tulis sedikit-sedikit biar adik juga bisa lancar baca tulisnya, hitung-hitungannya itu juga," tuturnya.
Perjuangan Arta membuahkan hasil, kini adiknya sudah mulai lancar membaca dan berhitung. Bagi dia, melihat adiknya bisa menguasai dasar-dasar pelajaran memberikan kepuasan tersendiri di tengah kerasnya hidup di jalanan.
Bagi Arta sendiri, harapan untuk kembali ke sekolah formal terasa semakin jauh. Apalagi ia menyadari usianya yang sudah menginjak 16 tahun namun belum memiliki ijazah SD.
Kendati demikian, ia menyimpan ketertarikan besar pada bidang otomotif. Jika ada kesempatan untuk kursus maka ia akan dengan sangat senang hati menerimanya.
"Nggih bengkel (tertarik), nggih siap (kalau ada tawaran)," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
Terkini
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta