SuaraJogja.id - Rapat koordinasi pembagian masker dan pangan di Kantor Walhi Jogja yang beberapa waktu lalu dibubarkan paksa mendapat perhatian sejumlah pihak salah satunya dari Koordinator Gerakan Solidaritas Pangan Jogja, Ita Fatia Nadia.
Dalam rilis yang diterima SuaraJogja, Ita menjelaskan ada sebanyak sembilan relawan dalam jaringan Solidaritas Pangan Jogja (SPJ) yang saat itu hadir dalam rapat koordinasi pembagian masker dan pangan di kantor Walhi Jogja. SPJ sendiri merupakan suatu gerakan dapur darurat yang didirikan atas dasar kepedulian sesama rakyat Jogja dan sudah beroperasi sejak 22 Maret 2020 lalu.
Dalam konteks pembubaran paksa yang terjadi di kantor Walhi, pihaknya sangat menyayangkan atas insiden tersebut. Menurutnya tindakan tersebut justru akan menghambat insiatif sosial solidaritas masyarakat untuk bergotong royong menghadapi wabah virus corona saat ini.
"Tindakan kekerasan dan pengawasan berlebihan oleh aparat terhadap aktivitas di dapur Ngadiwinatan, Gamping, dan kantor Walhi dapat menghambat tumbuhnya inisiatif-inisiatif solidaritas rakyat yang sedang bahu membahu menanggulangi dampak sosial-ekonomi bencana pandemi Covid-19," terangnya.
Tak hanya itu, pembubaran paksa tersebut juga sangat bertolak belakang dengan imbauan Presiden Jokowi terkait gotong royong sesama warga, termasuk di antaranya dalam mengatasi kebencanaan.
"Tindakan sewenang-wenang berdalih penjagaan keamanan itu bertentangan dengan imbauan Presiden Joko Widodo untuk membangun gotong royong antar warga," tambahnya.
Pihaknya meminta agar penggunaan kekuasaan untuk menanggulangi wabah virus corona bisa dilakukan sesuai koridor. Ia juga mendesak agar Presiden Jokowi bertindak cepat untuk mereduksi tindakan-tindakan represif terhadap upaya inisiatif sosial gotong royong masyarakat yang banyak tumbuh saat ini.
"Penggunaan kekuasaan aparatur pemerintah untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 harus tetap berada dalam koridor hak asasi manusia dan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu saya meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera menginstruksikan penghentian tindakan-tindakan represif aparat keamanan terhadap semua inisiatif gotong royong warga," tukasnya.
Baca Juga: Marak Bagi-Bagi Sembako, Satpol PP: Muncul Banyak Pengemis ke Jogja
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Gandeng Ndarboy dan Happy Asmara, Film Musikal 'Cidro Asmoro' Siap Gebrak Bioskop 2026!
-
Persiapan ke Luar Negeri Lebih Praktis dengan BRI Money Changer di Lokasi Strategis
-
Nandhur Srawung di Jogja: Ajang Jambore Nasional Pemilik Xpander se-Nusantara
-
Dapat Sepeda dari BRI Peduli, Mahesa Semangat ke Sekolah: Tak Lagi Mesti Jalan Kaki Saat Banjir Rob
-
Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung