SuaraJogja.id - Berangkat dari keprihatinan dan kepedulian terhadap para tenaga medis yang merawat pasien positif covid-19, dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Elektronika dan Prodi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merancang sebuah kendaraan operasional khusus bagi mereka.
Pencetus ide kendaraan yang dinamai KOPeC19 ini, Mashoedah, mengatakan alat ini difungsikan untuk menghindarkan tenaga medis agar tidak tertular virus dari pasien. Sebab, frekuensi interaksi antara tenaga medis dan pasien cukup tinggi. Sehingga alat ini dirancang dengan harapan bisa meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi tenaga medis saat melaksanakan tugasnya.
"KOPeC19 adalah kendaraan yang dirancang untuk tenaga medis saat bertugas di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Bentuknya menyerupai kapsul dan bisa dioperasikan secara mandiri oleh tenaga medis," kata dia seperti dikutip dari laman resmi UNY, Minggu (26/4/2020).
Seperti kendaraan umumnya, KOPeC19 punya pintu masuk di sisi kiri yang dilapisi karet rapat. Namun, alat ini punya semacam belalai di bagian depan untuk menjulurkan tangan dalam bentuk sarung tangan fleksibel sebagai sarana memberikan perawatan kepada pasien.
Kendaraan ini juga dapat digerakkan maju, mundur, maupun belok ke kiri dan ke kanan. Ukuran diameternya kurang dari 80 sentimeter sehingga memungkinkan keluar masuk pintu rumah sakit.
Mashoedah menambahkan bagian dalam KOPeC19 dilengkapi pendingin dan sound system untuk sarana komunikasi dengan pasien. "Selain itu ada pula perlengkapan medis, urinoir, dashboard kendali, monitor kamera belakang dan fasilitas lain yang diperlukan tenaga medis selama menjalankan tugas," ujarnya.
Supaya tenaga medis nyaman ketika bertugas, kapsul ini dilengkapi tempat duduk dan sandaran bagi operator. Untuk menjamin kendaraan selalu steril dari virus, pengguna tetap harus melakukan sterilisasi sebelum dan sesudah digunakan.
"Saat ini KOPeC19 masih masuk tahap pembuatan prototipe. Kami terus berusaha agar bisa segera rampung sehingga bisa memberi manfaat untuk membantu tenaga medis dalam penanganan Covid-19," katanya.
Baca Juga: Baru Beri Patung UNY, Kini Nyoman Nuarta Sumbang Masker untuk Gunungkidul
Berita Terkait
-
Zurich Indonesia Donasi Masker N95 dan APD untuk RS Mitra Kemayoran
-
Suasana Masjidil Haram saat Ramadhan Ditengah Wabah Corona
-
Lama Arungi Lautan, Pasangan Ini Terkejut Ketika Tahu Berita Wabah Corona
-
Pengiriman Alat Tes Covid-19, Disarankan Gunakan Drone
-
Canggih, Alat Tes Covid-19 Ini Bisa Diagnosis Kurang dari 2 Jam
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul