SuaraJogja.id - Meninggal hari ini, Selasa (5/5/2020), penyanyi campursari Didi Kempot tidak pergi hanya meninggalkan nama tanpa legasi. Ratusan karya telah ia ciptakan yang kini akan terus dikenang.
Dari lagu-lagu yang ia tulis, Didi Kempot mengakui banyak di antaranya yang terinspirasi dari Kota Jogja. Hal itu ia sampaikan kala berbincang-bincang dengan Nufi Wardhana, musikus Jogja yang dikenal luas setelah menyanyikan dan menerjemahkan lagu Didi Kempot dari bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia, "Banyu Langit" salah satunya.
Nufi mengunggah video wawancara singkat itu ke YouTube pada 14 Maret lalu. Di video itu, ia sempat menanyakan kontroversi terkait terjemahannya.
Penyanyi 24 tahun itu mengaku sempat dikritik warganet karena dirinya dianggap memperkaya diri dengan karya orang lain. Namun rupanya, Didi Kempot tidak keberatan dan justru senang dengan terjemahan Nufi.
Penyanyi berjulukan The Godfather of Broken Heart yang digandrungi banyak remaja itu juga menyebutkan bahwa Erix Endank Soekamti, produser "Banyu Langit" versi Bahasa Indonesia, telah meminta izin padanya untuk memodifikasi liriknya ke Bahasa Indonesia. Baginya, tidak masalah lagunya di-cover musisi lain asalkan telah meminta izin padanya.
"Karya seni saya monggo, nek arep nganggo [kalau mau pakai], monggo, silakan. Kula nuwun sing apik [permisi yang baik], sudah," ujar seniman yang sudah menulis hampir 700 lagu dan memulai rekaman sejak 1989 itu.
Dalam video berdurasi 14 menit 33 detik itu, Didi Kempot juga mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu musikus dari luar Jogja yang justru banyak menulis lagu soal Jogja. Dalam beberapa lirik ciptaannya diketahui ada yang menyebutkan tempat-tempat wisata di Jogja, seperti Parangtritis, Gunung Api Purba, hingga Nglanggeran.
"Angin Malioboro, ya to? Lampu bangjo Malioboro, "Lingso Tresno", itu tentang Jogja semua itu," ujarnya.
"Kenapa? Kok Jogja kenapa?" tanya Nufi.
Baca Juga: Didi Kempot Meninggal Dunia, Ini 7 Fakta yang Jarang Diketahui Publik
"Sangat menarik," sahut Didi Kempot.
Pria kelahiran Solo, 31 Desember 1966 ini menganggap Jogja menarik lantaran baginya, Jogja adalah tolok ukur untuk sebuah lagu bisa diterima masyarakat Indonesia.
"Karena buat saya, Jogja adalah barometer. Kalau lagu kita bisa diterima di situ, berarti insyaallah Indonesia mau menerima," jelas Lord Didi.
Alasan tersebut pun terbukti, kini hampir tak ada masyarakat Indonesia yang tak mengenal Didi Kempot dan lagu-lagunya sekalipun berbahasa Jawa. Bahkan, meski liriknya menyayat hati, anak kecil, remaja, hingga orang dewasa bisa menikmatinya dan seringkali mengundang mereka untuk berjoget.
Tak heran, Sobat Ambyar terpukul mendengar kabar duka kepergian sang maestro. Karyanya telah melekat di hati para penikmat musik yang selalu menanti untuk bisa menyaksikan konsernya secara langsung.
Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo. Asisten rumah tangga Didi Kempot, Mbak Diah, mengatakan bahwa Didi Kempot memiliki riwayat sakit asma.
Berita Terkait
-
Didi Kempot Meninggal Dunia, Ini 7 Fakta yang Jarang Diketahui Publik
-
Wejangan Didi Kempot ke Keponakan: Kalau Sudah Berhasil Jangan Sombong
-
Didi Kempot Meninggal, Ketum Muhammadiyah: Semoga Amal Ibadahnya Diterima
-
Didi Kempot Selalu Bawa Obat Pembantu Pernafasan Setiap Manggung
-
Turut Berduka, Media di Suriname Kabarkan Meninggalnya Didi Kempot
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran