SuaraJogja.id - Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas 12 SMA dan SMK ditiadakan karena pandemi corona. Siswa SMA dan SMK di Bantul diluluskan dari sekolah dengan tiga kriteria pokok.
Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul Suhirman mengatakan, tahun 2020 tingkat kelulusan siswa SMA dan SMK di Kabupaten Bantul sebesar 100%.
Suhirman juga menyampaikan bahwa tingkat kelulusan 100% di Bantul stabil terjadi sejak tahun 2017. Namun, untuk tahun ini ia tidak bisa menunjukkan perbandingan nilai karena tidak adanya UN.
"Kalau 100% itu sejak saya menjabat tahun 2017 selalu 100%, cuma kalau perbandingan nilainya berapa kita tidak tahu karena tidak ada ujian," kata Suhirman saat dihubungi SuaraJogja.id, Selasa (5/5/2020).
Pengumuman kelulusan siswa sendiri sudah dilakukan pada Sabtu (2/5/2020) oleh sekolah masing-masing. Suhirman menjelaskan, pihaknya melakukan pengawasan secara online, kemudian setiap sekolah mengirimkan rekapitulasi.
Suhirman menjelaskan, kriteria penentuan kelulusan siswa didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) dan Dikpora. Di antaranya yakni, sudah mengikuti ujian sekolah, sudah menempuh lima semester, dan berkelakuan baik.
Ia mengimbau siswa SMA yang dinyatakan lulus untuk mengisi waktu di rumah saja dengan persiapan masuk perguruan tinggi. Salah satunya adalah persiapan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Suhirman mengatakan bahwa pihaknya juga berencana akan menggelar try out UTBK serentak.
Sementara, bagi siswa SMK yang biasanya langsung bekerja, Suhirman mengimbau agar siswa dan orang tua bersabar. Sebab, dalam pandemi ini, banyak perusahaan yang tidak beroperasi dan tidak membuka lowongan pekerjaan. Namun, ia juga berharap agar siswa dapat bekerja secara mandiri.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Bantul Samilah menjelaskan, seluruh murid kelas 12 SMKN 1 Bantul dinyatakan lulus, sesuai dengan kriteria yang disepakati oleh rapat dewan guru. Pengumuman kelulusan secara resmi melalui web sekolah dan juga dibagikan melalui grup WhatsApp wali kelas.
Baca Juga: Tukang Cukur Gunakan Jas Hujan Sebagai APD
"Lampirannya selain pengumuman kelulusan juga ada jadwal pengambilan surat keterangan lulus yang kita buat per sesi, satu kelas satu kelas aja," kata Samilah.
Ia menjelaskan bahwa mulai Senin hingga Jumat mendatang siswa SMKN 1 Bantul secara bergilir akan datang ke sekolah untuk mengambil surat keterangan lulus, surat keterangan berkelakuan baik, dan rapor. Ketiga dokumen tersebut dapat digunakan siswa untuk mendaftar ke perguruan tinggi.
Sementara MAN 3 Bantul, yang juga meluluskan 100% siswanya mengadakan acara seremonial kelulusan berupa tayangan video yang bisa diakses melalui kanal YouTube serta halaman web sekolah.
Kepala Sekolah MAN 3 Bantul Nur Wahyudi Al Aziz mengatakan, pengumuman diberikan melalui tayangan video di YouTube. Sementara, acara seremonial berisi sambutan dari kepala sekolah, bidang kurikulum, dan perwakilan wali murid.
Ke depannya pembagian ijazah juga akan dilakukan dengan memanggil siswa ke sekolah secara bergilir. Hal itu dilakukan karena dibutuhkannya cap tiga jari siswa dengan format tertentu. Aziz khawatir, jika dokumen dikirmkan ke rumah siswa, akan terjadi kesalahan.
"itu harus ada proses sidik jari, jadi kalau dikirim proses itu posisinya seperti apa itu berbeda-beda," kata Azis.
Berita Terkait
-
#LulusJalurCorona Trending, Anak SMA Rayakan Kelulusan via Online
-
Dilarang ke Sekolah, Nilai Kelulusan 53 Ribu Siswa Jogja Diumumkan Online
-
Siswa SMA Cabuli Bidan Desa yang Tidur di Puskesmas saat Hujan Deras
-
Pembatalan UN 2020: Keselamatan dan Kesehatan Siswa yang Utama
-
Tak Ada UN, Disdik Jogja Bebaskan Sekolah Tentukan Kelulusan Siswa
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku