"Kami memang sudah senang di sini, artinya kami menekankan agar anggota ini tetap fit dan selalu berpikir positif. Suplemen berupa vitamin kami berikan tiap hari karena pekerjaan ini membutuhkan stamina yang besar," jelas dia.
Memakamkan jenazah yang diduga positif corona harus tetap waspada, katanya. Anggota pun disarankan untuk banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.
"Anggota harus menggunakan seragam hazmat yang dilengkapi dengan masker full face, sarung tangan karet ,dan juga sepatu bot agar tidak ada celah yang berpotensi masuknya virus, nanti dilekatkan dengan plester. Dengan demikian anggota akan merasa panas, kami hitung penggunaan APD seperti ini maksimal 1,5 jam," katanya.
Tak hanya perlengkapan APD, anggota juga dibekali dua sprayer berisi larutan disinfektan dan juga berisi sabun. Keduanya digunakan setelah melakukan proses pemakaman jenazah di lokasi.
"Setelah memakamkan mereka harus didekontaminasi di Lapangan Amongrogo. Kami sudah menyediakan lokasi itu untuk mensterilkan anggota dan juga kendaraan yang mereka gunakan," tambahnya.
Diwawancarai terpisah, Komandan TRC BPBD DIY Wahyu Pristiawan menilai, meski anggota gugus tugas dekat dengan pasien corona, hingga kini tak ada stigma dari masyarakat terhadap anggota yang disinyalir membawa virus.
"Kawan-kawan sadar juga, persoalan ini terkait kesadaran, masyarakat tidak boleh mengambil stigma itu. Memang harus ada sosialisasi, kami sudah melakukan hal itu," katanya.
Ia membeberkan, anggota tim juga diperhatikan kebersihannya ketika mereka memutuskan kembali ke rumah dan juga harus mengikuti prosedur.
"Ya memang ada yang memilih bertahan di posko, ada yang pulang. Intinya kebersihan diri adalah yang utama. Mereka juga harus mengecek kesehatan sendiri, kami ada tempat untuk klinik kesehatan bahkan tiap dua kali sehari, pagi dan sore dicek kesehatannya," tambah dia.
Baca Juga: Kebun Binatang Bandung akan Korbankan Rusa untuk Makanan Harimau
Berita Terkait
-
Kisah Abdul 30 Tahun Sukarela Makamkan Jenazah: Jasad AIDS hingga Corona
-
Jadi Petugas Pemakaman Khusus Covid-19, Imang: Semoga Jadi Ladang Amal Kami
-
Kisah Sahrul, Petugas Pemulasaran Pasien Covid-19: Memuliakan Jenazah
-
Pasien Corona DIY Terus Bertambah, TRC BPBD: Pakai APD Itu Panas Tahu!
-
Hanya Kardus dan Plastik, Nisan Kuburan Pasien Corona di TPU Tegal Alur
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 80 Persen Desa Indonesia
-
Tokoh Yogyakarta Silaturahmi dengan Amir Nasional Muslim Ahmadiyah Indonesia
-
Holding UMi Jadi Bukti Komitmen BRI Bangun Ekonomi Rakyat yang Terintegrasi
-
Lewat Musik di Album Terbaru, Grego Julius Dekatkan Umat pada Bunda Maria
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal