SuaraJogja.id - Virus corona mulai merebak di tanah air sejak bulan Maret lalu. Peristiwa tersebut langsung memberikan dampak dalam berbagai sektor. Karakteristik virus yang sangat rentan terhadap mobilitas masyarakat mengakibatkan berbagai aktivitas masyarakat terhambat.
Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang mati suri selama pandemi. Berbagai objek wisata di Kabupaten Bantul sudah tiga bulan tidak beroperasi. Demikian juga dengan restoran dan hotel yang menunjang sektor pariwisata.
Operating Manager Radja Resto and Meeting Room Yohanes Hendra menyebutkan, selama tiga bulan kemarin pihaknya terpaksa menutup restoran. Ia menilai, jika pihaknya tetap beroperasi, kemungkinan akan merugi. Sebab, operasional tetap berjalan, tetapi tidak ada pemasukan.
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Hendra mengaku melakukan persiapan untuk menyambut kenormalan baru alias new normal. Ia bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk dapat mewujudkan pelayanan restoran senormal mungkin. Adanya SOP dari PHRI membuat pihaknya merasa lebih siap menghadapi kenormalan baru.
"Kami baru buka di awal Juni kemarin, karena kalau kita buka semasa pandemi atau tanggap darurat kemarin, kami sebagai pelaku usaha sama saja bunuh diri," kata Hendra, ditemui SuaraJogja.id di restorannya, Sabtu (6/6/2020).
Selama tiga bulan sebelumnya, Hendra memutuskan untuk menutup restorannya. Dalam kurun waktu tersebut, karyawan Radja Resto and Meeting Room dirumahkan tanpa gaji.
Sejak restoran dibuka kembali, Hendra masih membatasi pengunjung yang datang dan menerapkan jaga jarak. Selain itu, jam buka resto juga dikurangi. Pegawai yang datang juga diatur dalam beberapa shift.
Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Hendra mengaku pengeluaran perusahaan menjadi lebih besar. Pembatasan pengunjung juga turut mengurangi pendapatan restoran. Ia menyebutkan, untuk saat ini pihaknya fokus untuk bertahan di tengah pandemi dan menekan keuntungan.
Saat ini Hendra mengaku mempertahankan penjualan dengan harga tetap, tetapi meningkatkan promosi di media sosial. Ia juga mulai mempromosikan layanan pesan antar, untuk mengurangi kerumunan di restoran.
Baca Juga: Ganti Tombol Lift dengan Pedal Kaki, Begini Persiapan SCH Sambut New Normal
"Untuk sementara saat ini, kami kembalikan kepada kru. Kami belum bisa menggaji seperti ekspektasi yang lalu, tapi kami berikan edukasi bahwa kita bertahan saja dulu itu sudah bagus daripada kita mem-PHK karyawan," imbuhnya.
Alih-alih mem-PHK karyawannya, Hendra memilih memangkas gaji karyawan. Ia menyampaikan kepada karyawan bahwa saat ini perusahaan sedang mencoba bertahan di tengah pandemi. Ke depannya, ia akan memperhitungkan lagi untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Dengan adanya SOP tersebut, Hendra berharap tidak akan ada tindak penutupan massa yang dilakukan oleh masyarakat serta pengunjung merasa lebih aman dan nyaman karena pihak pengelola sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan jaminan kepada para calon konsumen bahwa pelaku usaha di bidang pariwisata sudah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, sehingga para konsumen tidak perlu takut untuk berkunjung selama tetap menerapkan protokol kesehatan.
Tidak berbeda dari Hendra, Food And Beverages Manager Hotel Ros In Andry Sumarlin mengatakan, pengunjung di tempatnya berkurang hingga 90%. Sejauh ini Hotel Ros In tetap melakukan pelayanan, tetapi lebih selektif dalam menerima tamu yang akan menginap.
"Karyawan memang tidak semuanya masuk, kita lakukan piket," kata Andry.
Berita Terkait
-
Bantul Sosialisasi SOP New Normal Hotel dan Restoran, Ubah Metode Pelayanan
-
Ada Protokol Baru, Gunungkidul Simulasi Pembukaan Objek Wisata Pekan Depan
-
New Normal, Ini Perubahan Aturan di Hotel yang Mungkin Terjadi
-
Tak Ada Pemasukan, Pelaku Wisata di Kulon Progo Banting Setir Jadi Petani
-
Hobi Liburan ke Jogja, Serunya Kegiatan Dwi Sasono dengan Keluarga
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas