SuaraJogja.id - Selama pandemi, hotel dan restoran di Kabupaten Bantul sepi pengunjung, dan beberapa di antaranya memilih untuk tutup. Imbauan untuk beraktivitas di rumah saja membuat banyak masyarakat enggan berpergian. Akibatnya, banyak tempat usaha yang kehilangan pembeli.
Setelah tiga bulan bertahan di tengah wabah, Badan Pimpinan Cabang Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Bantul mulai menyosialisasikan Standar Operating Procedur (SOP) untuk menghadapi gelombang kenormalan baru alias new normal.
Dalam gelombang kenormalan baru, masyarakat diminta untuk beraktivitas dengan berbagai metode baru. Utamanya dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. SOP kenormalan baru dinilai penting untuk hotel dan restoran yang kerap menerima banyak pengunjung dari berbagai daerah.
Sekretaris BPC PHRI DIY Herman Tony mengatakan, DPP PHRI Pusat mengeluarkan panduan pelayanan untuk usaha hotel dan restoran. Hal tersebut bertujuan untuk menjembatani kepentingan ekonomi dan kesehatan.
"Selama beberapa bulan kemarin kan yang ditekankan faktor kesehatan, dan kita semua merasakan dampaknya," kata Herman, ditemui SuaraJogja.id saat sosialisasi di Radja Resto & Meeting Room, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (6/5/2020).
Beberapa hal yang diatur dalam SOP tersebut di antaranya mengenai kebersihan umum dan kamar, operasional karyawan, kerja sama dengan pihak ketiga, makanan, acara, serta tamu hotel dan restoran.
Secara umum, pihak hotel dan restoran diminta untuk memantau dan menerapkan standar kesehatan semua karyawan hotel, menerapkan dan mengawasi standar kebersihan semua karyawan, dan selalu menjaga jarak serta menghindari kerumunan.
Untuk mencegah kerumunan, kapasitas ballroom akan dikurangi separuhnya. Selain itu, hotel dan restoran diminta untuk tidak melayani makanan secara prasmanan. Coffee break, yang berpotensi menimbulkan antrean, diganti dengan metode piring terbang.
Herman menjelaskan, hotel dan restoran diperbolehkan beroperasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan jujur. Ia menyampaikan, sejauh ini hotel dan restoran tetap beroperasi, tetapi tidak memiliki pengunjung.
Baca Juga: Menilik Sejarah Perbudakan Warga Afrika yang Jadi Modal Lahirnya Amerika
"Dalam SOP PHRI itu dibahas dan diperinci lebih dalam, misalnya jaga jarak," imbuhnya.
Dengan adanya SOP ini, diharapkan hotel dan restoran menjadi lebih siap dalam menghadapi kenormalan baru. Pihaknya juga akan mulai membahas terkait promosi wisata, meskipun hotel dan restoran baru akan menerima tamu domestik saja.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan, pihaknya sejauh ini terus berusahan agar roda ekonomi dalam sektor pariwisata dapat kembali berputar seiring penerapan kenormalan baru.
"Pembukaan akan dilakukan secara bertahap, ada banyak aspek yang harus diperhatikan," kata Kwintarto.
Ia menjelaskan, ada banyak aspek yang perlu diperhitungkan sebelum dapat membuka kembali objek pariwisata. Pihaknya juga masih menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan terkait situasi penyebaran virus corona saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja
-
Permintaan Les UTUL UGM di Jogja Nyaris Setara UTBK, Edufio Jalankan Keduanya
-
Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan
-
Ponpes Ash-Sholihah Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pengurusnya
-
Soroti Isu Ketahanan Pangan, Ratusan Mahasiswa Lintas Kampus Ikuti Forum Rembuk Pangan di Jogja