SuaraJogja.id - Barisan sepeda tertata rapi di kios milik Giyono. Penjual sepeda bekas di Pasar Gabungan Pedagang Sepeda Bekas Yogyakarta (GAPSSTA) ini, sibuk membenahi pelek roda sepeda yang rencananya akan dimodifikasi.
Pasar GAPSSTA, merupakan salah satu pasar di Yogyakarta yang menyediakan berbagai macam sepeda bekas. Harganya cukup miring dan bisa dijangkau oleh kalangan menengah hingga menengah ke bawah.
Giyono, hampir menerima lima orang pembeli yang hanya sekedar menawar. Namun beberapa diantaranya membeli sepeda bekas yang sudah dipolesnya.
Ia menyebut beberapa pekan terakhir permintaan akan sepeda makin tinggi. Hal ini tak lain lantaran aktivitas bersepeda tengah naik daun kembali.
"Permintaan sepeda saat ini sangat tinggi. Bahkan sehari bisa 7-10 pelanggan yang datang. Meskipun tak semuanya membeli tapi keadaan pasar sekarang lebih ramai dari sebelumnya," kata dia.
Sewaktu awal wabah Covid-19 menyerang, penjualan sepeda sempat menurun. Namun seiring dengan naiknya kembali tren bersepeda pendapatannya pun mulai kembali seperti semula.
"Akhir-akhir ini memang cukup drastis penjualannya. Saya dua bulan tak bekerja karena harus tutup. Memasuki awal Juni lalu saya kembali berjualan, alhamdulilah saat ini masyarakat banyak yang bersepeda sehingga pendapatan saya lebih stabil," ungkapnya.
Giyono, menjual sepeda bekas dengan harga mulai Rp150 ribu-Rp1,5 juta. Hal itu tentu tergantung dengan kualitas serta model yang berbeda-beda.
"Saat ini banyak orang yang membutuhkan sepeda dengan kualitas yang cukup baik. Karena akan mereka gunakan untuk perjalanan yang jauh. Jadi sebisa mungkin saya mencari sepeda bekas dengan kualitas yang bagus. Jika kondisinya jelek, bisa diperbaiki dan dicat agar menarik," kata dia.
Baca Juga: Mau Masuk Kuliah Lagi di Jogja, Mahasiswa Wajib Ikuti RDT
Disinggung soal pendapatan, Giyono mengaku saat ini lebih banyak pemasukan. Jika dulunya membawa pulang hanya Rp 150-200 ribu, kali ini bisa lebih banyak.
"Ya mungkin ada dua kali lipatnya. Saya tak hanya menjual sepeda. Jika ada kerusakan sepeda milik pelanggan saya perbaiki juga dengan biaya yang murah. Sehingga mengandalkan dua penghasilan ini," kata dia.
Seorang penjual sepeda lainnya, Haryadi (78) menyambut baik dengan kembali naiknya tren bersepeda. Dirinya bahkan mendukung agar transportasi sepeda ini tetap menjadi ikon di Kota Yogyakarta.
"Saya sudah lama tinggal di Yogyakarta. Saat saya masih kecil memang masyarakat mengandalkan sepeda. Meski sudah muncul sepeda motor saat saya dewasa, beberapa warga masih mengandalkan sepeda untuk beraktivitas. Bagi penjual seperti kami keadaan ini tetap memberi berkah di tengah pandemi virus ini," kata dia.
Salah seorang pesepeda asal Bantul, Warsono (34) yang melintas di 0 Kilometer, Yogyakarta mulai mengikuti trend sepeda sejak akhir April lalu. Pria yang memilih bersepeda untuk olahraga ini cukup gembira dengan ramainya ruas jalan kota dengan pesepeda lain.
"Biasanya bersama komunitas dan teman-teman saat bersepeda. Sebenarnya fenomena ini pernah terjadi setahun lalu. Mungkin karena banyak warga yang WFH dan ruas jalan kota sepi, pesepeda memanfaatkan momen ini. Tapi sekarang jalanan sudah ramai lagi dengan aktivitas dan kendaraan warga," kata dia.
Berita Terkait
-
Tips Aman Bersepeda di Tengah New Normal Pandemi Covid-19
-
Suapi Istri Makanan usai Bersepeda, Romantisnya Ganjar Pranowo Bikin Baper
-
3 Rute Bersepeda Asyik Untuk Kamu Jelajahi Saat Liburan Usai Pandemi
-
Tak Cuma Menguatkan Otot Kaki, Ini 7 Manfaat Sehat Bersepeda
-
Ini 5 Alasan Mengapa Bersepeda Adalah Kegiatan yang Menyenangkan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Januari 2026, Cek Penerima dan Nominalnya!
-
Pengamat Hukum UII: Perbup Hibah Pariwisata Harusnya Diuji Dulu Lewat Judicial Review, Bukan Pidana
-
Geger! Guru Besar UGM Diancam Telepon Misterius yang Mengaku Polisi, Ini Respon Polresta Yogya
-
Licik! Polisi Ungkap Modus Love Scamming Jaringan Internasional di Sleman
-
Sebulan Kerja di Kantor Love Scamming, Sumanto Bersyukur Tak Ikut Digerebek