SuaraJogja.id - Sebanyak 120 pedagang Pasar Colombo dan Condongcatur mengikuti Rapid Diagnostic Test (RDT), menyusul giat pemeriksaan massal yang dilakukan di 14 pasar yang tersebar di Sleman, Selasa (9/6/2020).
Pemeriksaan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dilakukan salah satunya di Balai Desa Condongcatur, Sleman. Seorang pedagang asal Sleman, Soekarno, menjadi salah seorang pedagang yang mengikuti rapid test tersebut.
"Sejauh ini memang saya merasa sehat, tapi rasa khawatir apakah saya terpapar virus atau tidak memang ada. Sejak awal Juni lalu Pasar Condongcatur sudah banyak pembeli, sehingga potensi penularan masih ada," ungkap Soekarno usai menjalani rapid test di Balai Desa Condongcatur, Selasa.
Rasa khawatir pria 59 tahun ini mulai berangsur hilang setelah pemerintah mengumumkan pemeriksaan massal oleh para pedagang pasar.
"Pada Sabtu lalu, ada informasi bahwa pedagang pasar di Condongcatur boleh memeriksa kondisi tubuhnya apakah tertular Covid-19 atau tidak. Lalu saya mendaftar karena ingin tahu apakah selama ini saya negatif atau positif terhadap virus ini," terang dia.
Soekarno mengaku, usai beraktivitas di pasar, dirinya masih kerap berjumpa dengan tetangga dan saudara. Penjual makanan ayam goreng itu tak menampik, padatnya aktivitas selama ini berpotensi membawa virus.
"Jadi saya berusaha mengantisipasi juga. Karena banyak orang yang bertemu saya selama ini," ungkap dia.
Selama berjualan, Soekarno mengaku tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Ketika melayani pembeli, karyawan dan dirinya selalu diwajibkan mengenakan masker.
"Tak hanya masker, hand sanitizer juga kami siapkan di warung. Ada wastafel di sekitar tempat kami jualan," kata dia.
Baca Juga: Bikin Ngeri! Warga Paksa Bawa Pulang Mayat Pasien Corona Pakai Gledekan RS
Seorang pedagang lainnya, Tumirah (53), mengaku senang bisa mengikuti pengecekan ini. Pasalnya, dia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengujian sampel darah.
"Jadi saya mendaftar sendiri, memang tidak ada biaya. Saya kemarin sempat menanyakan biaya pemeriksaan RDT bisa mencapai Rp400-500 ribu. Karena ada kesempatan ini jadinya dimanfaatkan," terang dia.
Ketua Satgas Covid-19 RS Bhayangkara dr Dian K Nurputra membeberkan bahwa uji RDT ini dilakukan untuk screening epidemiologi. Selain rapid test, pemeriksaan swab juga dilakukan di Balai Desa Condongcatur.
"Rapid test ini untuk screening epidemiologis, memang negatif palsunya besar. Apalagi dilakukan rapid test kurang dari 7 hari saat dia melakukan kontak terhadap pasien positif [corona], sehingga sensitivitasnya hanya 30-40 persen saja. Jadi ketika hasilnya negatif, belum tentu orang ini tidak terinfeksi. Maka dilakukan swab juga di sini. Jadi kami ambil hanya 10 sampel saja," kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,Joko Hastaryo menjelaskan, terdapat sekitar 802 pedagang yang mengikuti pemeriksaan RDT. Hingga kini pihaknya masih menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut.
"Ada sekitar 802 pedagang yang mendaftar. Namun kami masih menunggu hasilnya. Selain rapid test ada juga yang dicek swab," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Cegah Covid-19, Semua Pegawai Klinik Kecantikan Ini Wajib Jalani Rapid Test
-
14 Pasar Tradisional Sleman Akan Jalani Rapid Test Serentak Hari Ini
-
Pria Kekar Teriak Histeris saat Disuntik untuk Rapid Test
-
Alasan PSSI Pakai Rapid Test Sebagai Standar Protokol Kesehatan di Liga 1
-
Viral Video Pria Histeris saat Disuntik, Publik: Muka Rambo Hati Kitty
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja