SuaraJogja.id - Wabah virus corona tidak hanya menutup sejumlah kawasan wisata saja. Sejumlah jalur pendakian gunung juga terpaksa ditutup guna memutus rantai penularan.
Hal ini juga berdampak pada warung tertinggi di Indonesia yang legendaris yakni Warung Mbok Yem yang berada di Gunung Lawu.
Mbok Yem kini kembali ke warung miliknya setelah sejak pertengahan bulan Mei terpaksa tutup dan menyebabkan Mbok Yem harus turun gunung. Salah satu warganet membagikan video Mbok Yem yang sedang mendaki Gunung Lawu pada Rabu (10/6/2020) lalu.
"MBOK YEM KEMBALI KE GUNUNG LAWU... Setelah 20 hari di rumah akhirnya hari Rabu 10 Juni 2020 mbok Yem kembali ke warungnya (warung tertinggi di Indonesia) di Gunung Lawu. Semoga sehat terus dan panjang umur ya Mbok," tulis akun Twiter @PendakiJakarta.
Dalam potongan video tersebut, Mbok yem ditemani dua orang pria dan satu orang yang merekam. Meski sudah sepuh, tidak sedikitpun Mbok Yem mengeluh saat mendaki.
"Buat yang muda-muda, semangatnya jangan kalah sama Mbok Yem. Nggih mbok?" ujar salah seorang pendaki yang menemani.
"Semangat semangat," jawab Mbok Yem dalam video dari akun Instagram emhahartanto tersebut.
Warung mbok yem dikenal sebagai warung tertinggi di Indonesia. Tepatnya ada di ketinggian 3.150 mdpl, hanya berjarak 115 meter dari puncak Gunung Lawu yaitu 3.265 mdpl.
Tidak sedikit warganet yang juga pendaki mendoakan kesehatan Mbok Yem. Mereka juga menyampaikan rasa rindunya dengan masakan Mbok Yem.
Baca Juga: Catat, Ini 5 Cara Supaya Tidak Terkunci dari Perangkat Android
"Mbok yem kangen pecelmu looh mbok," ujar @betariarlinda.
Berita Terkait
-
Riset UK Petra: Wabah Corona Jawa Timur Diprediksi Berakhir Agustus 2020
-
Riset Terbaru Ilmuwan Indonesia, Wabah Corona Akan Berakhir September 2020
-
1.923 Anak Indonesia Kehilangan Orang Tua Akibat Wabah Virus Corona
-
Kisah Satu Keluarga Besar Kena Virus Corona: Rumah Kami Jadi seperti RS
-
Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih saat Relaksasi Lockdown, Indonesia?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri