SuaraJogja.id - Sosok John Kei disebut-sebut menjadi dalang aksi koboi yang terjadi di Green Lake City, Tangerang. Pria yang pernah disebut pernah taubat tersebut pun disentil oleh Yunarto Wijaya.
Direktur Eksekutif lembaga survey Charta Politika tersebut lewat kicauannya di sosial media menyayangkan atas kasus yang menimpa John Kei tersebut. Apalagi pria yang sempat dijuluki sebaga Godfather Jakarta itu pernah bertaubat hingga membantu para pendeta memberikan kesaksian.
Pria yang akrab disapa Toto itupun menyamakan John Kei serupa almarhum Ki Gendeng Pamungkas yang banyak dipercaya pindah agama dan kerap memberi kesaksian. Padahal faktanya ia etap menjadi dukun.
"Ini John Kei bikin kasus lagi padahal dah banyak kasih kesaksian dengan para pendeta kalau dia tobat...Mirip dulu alm Ki Gendeng Pamungkas banyak yang percaya pindah kristen dan bikin video kesaksian, padahal masih jadi dukun...Woi para pendeta ati-ati dikit dong kalo jualan kesaksian," tulisnya.
Cuitannya itu memantik respon beragam dari para netizen.
"Iya bro Yunarto anda jangan seakan-akan menyalahkan pendeta soal pertobatan itu urusan dia sama Tuhan bukan pendeta kan dia (John Kei) yang meminta untuk bisa bersaksi di ibadah masa pendeta atau pengurus gererja tidak kasih untuk dia bersaksi jangan suka mencari pembenaran sendiri bro," kata @BENZ08238287.
"Saya baca..opini nya tidak menghujat pa..Bhakan memberi perhatian untuk pemuka agama, secara pribadi saya muslim membaca opini ini pun saya berfikir untuk ustaz dan ulama bagi Islam hati-hati," kata @Bri01Sofyan.
"Pendeta juga manusia pak yang tidak bisa prediksi hari esok pada saat itu JK datang ke pendeta mau mengaku dosa dan bertobat emang ga bole? Apakah pendeta bisa menolak? Atau pendeta bisa milih milih orang yang mau bertobat? Kita tidak bisa tau hari esok hanya Tuhan yang punya otoritas itu," terang @phelippe_Louei.
"Ini reminder (buat diri sendiri juga) kalau ada orang yang mengaku tobat, disyukuri dan jangan dibesar-besarkan. Sampai sisa napas, dia masih harus membuktikan pertobatannya dan pembuktian ini jauh lebih berat ketimbang hanya mengaku tobat," tukas @nimasirait.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,0 di Barat Daya Pacitan, Terasa Hingga Jogja
Pertobatan John Kei diketahui saat ia dijebloskan di Lapas Nusakambangan atas kasus pembunuhan berencana terhadap seorang pengusaha bernama Ayung.
Selama di Nusakambangan, selain belajar membatik, keseharian John Kei dihabiskan untuk membaca dan beribadah.
“Saya dulu tidak pernah ada waktu untuk ibadah. Tapi Nusakambangan membawa Tuhan hadir di diri saya,” kata John Kei kepadaku.
Kehadiran Sang Pencipta itu dirasakannya bersamaan saat dia nyaris mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya.
Tapi kemudian dia berupaya berbicara kepada Tuhan.
"Kalau saya mati, saya mau masuk surga. Bukan masuk neraka kerena bunuh diri," katanya pada Tenaga Ahli Kedeputian V Kantor Staf Presiden, Ratnaningsih Dasahasta yang kemudian diceritakan kepada Suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Program Gentengisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM Bahan Bangunan
-
BRI Perkuat Layanan Lebaran Lewat BRImo, ATM, dan Jaringan Agen BRILink
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo Sebut Tuntutan 8,5 Tahun Penjara Bentuk Frustrasi Jaksa
-
Sri Purnomo Dituntut 8,5 Tahun Penjara atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Longsor hingga Banjir di Sleman: Ini Lokasi Rawan Bencana yang Harus Dihindari Pemudik